Tersangka Kasus Korupsi BKK Pringsurat Temanggung Bertambah

DIGELANDANG.Terangka kasus korupsi digelandang ke ruang tahanan Mapolres Temanggung, Kamis (17/6). (foto:setyo wuwuh/Temanggung ekspres)
DIGELANDANG.Terangka kasus korupsi digelandang ke ruang tahanan Mapolres Temanggung, Kamis (17/6). (foto:setyo wuwuh/Temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Satu lagi tersangka kasus korupsi di PD BKK Pringsurat ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri. Tersangka tersebut adalah mantan pimpinan cabang BKK Pringsurat Tretep.

Kasi Pidus Kejaksaan Negeri Temanggung Agung Nugroho mengungkapkan, penetapan pimpinan PD BKK Pringsurat cabang Tretep, Sugeng Prayitno, dilakukan setelah melalui proses yang cukup panjang. Tersangka saat ini langsung ditahan oleh Tim Jaksa Penyidik Kejari Temanggung selama 20 hari dan dititipkan di Tahanan Polres Temanggung.

“Untuk sementara ini tersangka kami titipkan di ruang tahanan Mapolres Temanggung,” katanya, Kamis (17/6).

Ia menjelaskan, proses  pemeriksaan dan penyidikan Kejaksaan Negeri Temanggung terhadap tersangka sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, akhirnya menetapkan Sugeng Prayitno sebagai tersangka kasus korupsi.

Ia menjelaskan, Sugeng adalah Pimpinan Cabang PD BKK Pringsurat Cabang Tretep, tersangka diduga kuat telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai pimpinan cabang di Tretep.

“Kemarin kita telah menetepkan SP, Pimpinan Cabang PD BKK Pringsurat Cabang Tretep sebagai tersangka. Perbuatan tersangka telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp405.772.283. Hal itu terungkap setelah melalui proses penyidikan yang dilakukan oleh Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Temanggung,” jelasnya.

Agung menjelaskan, bahwa tersangka Pimpinan Cabang PD BKK Pringsurat Cabang Tretep tahun 2012-2017, telah terbukti melakukan penyalahgunaan keuangan. Modusnya adalah dengan kredit fiktif, tabungan minus, dan kasbon kasir.

“Berdasarkan laporan hasil audit Inspektorat Kabupaten Temanggung Nomor: 700-900/007. PKN/2020 tanggal 25 Juni 2020 akibat perbuatan Tersangka Sugeng Prayitno SE telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp405.772.283. Kami masih terus mendalami kasus ini,” terangnya.

Atas kasus ini yang bersangkutan dijerat Primair Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 18 UURI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UURI No. 20 Tahun 2001 Tentang PTPK (pemberantasan tindak pidana korupsi), subsidiair Pasal 3 jo Pasal 18 UURI No 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah UURI No 20 Tahun 2001 Tentang PTPK. Tersangka terancam hukuman minimal 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp1 miliar.

Artikel Menarik Lainnya :  Ada formasi yang Sepi Peminat, Tahapan Seleksi CPNS di Temanggung Berubah

Pihak kejaksaan sendiri telah melakukan rangkaian panjang untuk menguak kasus korupsi berjamaah ini. Antara lain pada Juli 2020 telah berhasil menyelamatkan uang negara Rp751 juta dari kasus korupsi BKK Pringsurat. Uang tersebut merupakan hasil sitaan dari dari dua orang terpidana mantan Direktur Utama BKK Pringsurat Suharno dan Direktur BKK Pringsurat Riyanto.

Kasus korupsi BKK Pringsurat sendiri mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp114 miliar. Sekitar 10 ribu nasabah dirugikan dan tidak bisa mengambil uang tabungan maupun depositonya karena korupsi berjamaah yang dilakukan jajaran manajemen BKK Pringsurat sejak tahun 2009 sampai 2017. Selain Suharno dan Riyanto dua orang mantan pegawai BKK Pringsurat atas nama Triyono dan Rian Anggi juga sudah menjalani hukuman.

Kasus korupsi diperbankan plat merah milik Pemprov Jateng dan Pemkab Temanggung ini menjadi atensi masyarakat luas karena merugikan ribuan nasabah yang hingga sampai saat ini tabungan maupun depositonya belum bisa diambil. (set)