Waspada! Ada Potensi Ledakan Kasus Covid-19 Gelombang Ketiga di Wonosobo

TRACKING. Satgas covid Kecamatan Sukoharjo melakukan melakukan tracking dan swab PCR terhadap masyarakat Desa Tlogo.
TRACKING. Satgas covid Kecamatan Sukoharjo melakukan melakukan tracking dan swab PCR terhadap masyarakat Desa Tlogo.

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Satgas covid 19 Kabupaten Wonosobo menyusun sejumlah langkah antisipasi menghadapi gelombang ketiga penularan covid 19 di kabupaten dingin ini. Sejumlah fasilitas kembali dilakukan konsolidasi dan memperkuat PPKM mikro.

“Kita duga ini sudah memasuki gelombang ketiga. Semoga tidak terjadi ledakan, kita sudah susun langkah antisipatif, seperti memantau faskes tingkat pertama dan rumah sakit beserta kembali melihat kondisi gedung karantina yang beberapa waktu lalu sudah ditinggalkan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, dr. M Riyatno.

Menurutnya, peningkatan kasus di Wonosobo paling tinggi terjadi setelah lebaran, meski saat ini masih memiliki zona hijau. Namun, beberapa desa atau dusun sudah ada yang masuk zona merah dan kuning, jika tidak ada langkah yang cepat, maka zona hijau bisa tertular dan berubah.

“Memang saat ini ada zona hijau, tapi bisa berpotensi menjadi  zona merah dan kuning, jika masyarakat tidak disiplin menjalankan 5 M,” tandasnya.

Dijelaskan, pemerintah tidak tinggal diam dalam menangani virus covid. Jika beberapa waktu lalu menurunkan intensitas testing dan tracking itu karena memang ada penurunan kasus, tapi kewaspadaan tidak diturunkan sama sekali. Begitu ada kenaikan maka satgas akan bergerak melakukan tracing dan isolasi.

“Jadi kemarin sepi itu bukan berarti kita diam, tapi memang alami penurunan. Sekarang ketika ada kenaikan ya kita lakukan upaya lebih keras lagi,” ujarnya.

Pihaknya mengaku bahwa penurunan kasus covid 19 beberapa waktu lalu menjadi kewaspadaan masyarakat mengalami penurunan, bahkan mengira covid sudah tidak ada, padahal itu tidak benar. Sehingga sejumlah warga terlihat enggan menjalankan protocol kesehatan serta menghambat kegiatan vaksinasi.

“Kita akan perkuat edukasi untuk menjalankan protocol kesehatan,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kapolri: Silahkan Lapor Jika ada Tetangga Yang Tak Dapat Bansos

Riyatno juga meminta masyarakat untuk bersatu bersama-sama melalui masa pandemi ini, sebab anggaran yang sudah disiapkan oleh pemerintah tidak ada berarti sama sekali jika tidak didukung oleh masyarakat dalam mengikuti perintah dan anjuran.

“Pemerintah sudah menyiapkan alokasi anggaran refocusing, sudah cukup besar, ada 8 persen total anggaran, itu yang dipersiapkan. Namun berapapun  besar dananya, yang disiapkan akan habis, jika masyarakat tidak ikuti saran pemerintah, menjalankan 5 M,” katanya.

Terpisah, Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat memerintahkan kepada Koramil jajaran Kodim agar mengirimkan para lansia yang belum tervaksin oleh pemerintah, agar program vaksin bisa selesai secepat mungkin maka dibutuhkan peran serta semua pihak agar permasalahan covid-19 bisa segera selesai dan kehidupan kembali normal.

“Para lansia ini menjadi prioritas utama penerima vaksin, sebab mereka merupakan salah satu kelompok yang rentan terpapar virus. Kita semua menyadari untuk mendapatkan vaksin harus antri sebab jumlah penduduk Indonesia sangatlah banyak. Untuk menyediakan itu semua membutuhkan waktu yang cukup lama,” katanya. (gus)