Perusahaan Swasta Diarahkan Vaksinasi Mandiri untuk Karyawannya

VAKSIN. Salah satu penerima manfaat di Balai Besar Kartini Temanggung menerima vaksin Covid-19. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
VAKSIN. Salah satu penerima manfaat di Balai Besar Kartini Temanggung menerima vaksin Covid-19. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, mengarahkan kepada perusahaan-perusahaan swasta untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara gotong royong atau mandiri di sejumlah rumah sakit swasta di Temanggung.

“Untuk perusahaan-perusahaan swasta memang kami arahkan untuk vaksinasi gotong royong, ini sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Temanggung Supardjo. kemarin.

Dalam beberapa waktu teakhir ini memang tidak sedikit perusahaan swasta yang mengajukan vaksinasi Covid-19 untuk karyawannya. Namun karena memang sudah ada aturannya maka kepada perusahaaan swasta diarahkan ke vaksin gotong royong.

“Hampir setiap hari ada perwakilan dari pihak perusahaan swasta yang mengajukan, tapi tetap kami sarankan untuk melaksanakan vaksinasi mandiri,” katanya.

Hanya saja lanjut Supardjo, meskipun sudah ada yang menanyakan langsung, namun sampai saat ini memang belum ada kepastian dari pihak perusahaan swasta untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19.

“Kami sudah memanggil direktur rumah sakit swasta, informasinya sudah ada perusahaan yang mulai menanyakan vaksinasi mandiri,” terangnya.

Dijelaskan, vaksin mandiri ini nantinya yang menanggung biayanya adalah pihak perusahaan, mulai dari vaksinnya sendiri sampai dengan jasa pelaksanaan vaksinasi.

“Pembayaran vaksin dan yang lainnya ditanggung sepenuhnya oleh perusahaannya, kalau karyawannya gratis,” jelasnya.

Terkait dengan pembayaran vaksin sendiri jelas Supardjo, pihak perusahaan langsung membayar ke biofarma, dan yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 mandiri adalah rumah sakit swasta.

“Nanti yang melaksanakan vaksinasi adalah rumah sakit swasta yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan seperti Rumah Sakit Ngesti Waluyo, PKU Muhammadiyah dan Gunung Sawo,” jelas Supardjo.

Selain itu pihak perusahaan juga harus menanggung biaya untuk pembayaran jasa antara Rp100 ribu hingga Rp117 ribu untuk pelaksanaan vaksinasi.

“Paling mahal Rp117 ribu, nanti akan dikoordinasikan dulu untuk menentukan harga agar semua sama,” jelas Supardjo.

Artikel Menarik Lainnya :  Polres dan Kodim Temanggung Salurkan Obat-obatan pada Warga Terdampak PPKM

Dalam waktu dekat ini pihaknya akan berusaha mempertemukan antara pihak perusahaan dengan rumah sakit swasta di Temanggung, sehingga ke depan ketika perushaan swasta akan melaksanakan vaksinasi mandiri sudah ada kesepakatan di antara kedua belah pihak. (set)