Temanggung Bakal Punya Gedung Kesenian Senilai Rp10,8 M

SIRAM. Jajaran FKPD Temanggung menyiramkan air di tempat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sasana Budaya, Selasa (8/6).(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
SIRAM. Jajaran FKPD Temanggung menyiramkan air di tempat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sasana Budaya, Selasa (8/6).(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung menggelontorkan anggaran sebanyak Rp10,8 miliar untuk membangun Gedung Sasana Budaya. Rencananya pembangunan gedung ini akan dilakukan secara bertahap.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Kristi Widodo menyatakan, tahap pertama anggaran akan diturunkan sebanyak Rp5,7 miliar.

“Gedung Sasana Budaya ini sebagai salah satu ajang kreativitas bagi seniman dan untuk mengembangkan kesenian di Kabupaten Temanggung,” terangnya Selasa kemarin.

Sementara Bupati Temanggung M Al Khadziq mengatakan, pembanguna gedung sasana budaya ini sebagai salah satu upaya pemerintah kabupaten (pemkab) dalam meningkatkan dan mempertahankan budaya asli Temanggung.

“Temanggung memiliki kesenian dan kebudayaan yang sangat banyak. Dengan adanya gedung ini bisa menampung kreativitas para seniman dan mengembangkan kesenian di Temanggung,” katanya.

Kesenian bagi Kabupaten Temanggung merupakan salah satu aset berharga, yang apabila eksistensinya dilindungi, dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal dan profesional maka akan menjadi salah satu daya tarik wisata.

Berdasarkan data yang diambil dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung tahun 2021, terdapat 1.791 paguyuban seni yang masih aktif berlatih dan terus berusaha untuk melestarikan dan mengembangkan eksistensi kesenian.

“Kami berharap dengan adanya Gedung Sasana Budaya ini dapat menjadi wadah untuk meningkatkan apresiasi seni, wadah pendidikan yang bersifat hiburan, wadah untuk mempertemukan buah pikiran para seniman, dan wadah untuk menampung hasil kreasi seni dari para seniman di Kabupaten Temanggung,” katanya.

Pelaksanaka kegiatan pembangunan ini adalah PT Sumber Arta Dwijaya dan sebagai konsultan pengawas CV Karya Nusantara. Masa pengerjaan konstruksi gedung selama 180 hari. (set)

Artikel Menarik Lainnya :  Dipersulit "Kulakan" Pertalite Pedagang BBM Eceran Geruduk SPBU