Vaksinasi 950 Pedagang Tembakau Dilakukan Sebelum Panen Raya Temanggung

VAKSIN. Petugas kesehatan sedang melakukan vaksinasi Covid-19 kepada pedagang tembakau di Puskesmas Parakan.(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
VAKSIN. Petugas kesehatan sedang melakukan vaksinasi Covid-19 kepada pedagang tembakau di Puskesmas Parakan.(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Meskipun panen raya tembakau masih cukup lama, namun Pemerintah Kabupaten Temanggung telah melakukan persiapan, salah satunya dengan memberikan vaksin Covid-19 kepada pedagang tembakau.

“Ini sebagai salah satu langkah pemerintah kabupaten dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” kata Bupati Temanggung M Al Khadziq saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Puskesemas Parakan, Senin (7/6).

Menurut Bupati, panen raya tembakau menjadi salah satu agenda rutin petani tembakau di Kabupaten Temanggung. Karena selama ini tembakau memang masih menjadi salah satu andalan perekonomian bagi masyarakat khususnya petani.

Dengan memberikan vaksinasi terhadap pedagang tembakau ini, maka diharapkan saat panen raya tiba, tidak ada lagi rasa takut dan was-was dalam bertransakasi tembakau.

“Jika dalam proses jual belinya sudah nyaman, maka perekonomian bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, setidaknya ada sebanyak 950 pedagang tembakau. Secara bertahap mereka akan mendapatkan vaksin secara bergilirian.

“Mulai hari ini vaksinasi terhadap pedagang tembakau sudah dimulai dan akan dilakukan hingga semua pedagang mendapatkan jatah yang sama,” katanya.

Selain untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, vaksinasi tersebut juga mendukung proses jual beli tembakau guna meningkatkan perekonomian di Temanggung. Karena para pedagang dan pelaku pertembakauan rentan tertular Covid-19.

“Pencegahan lebih dini akan lebih baik,” tuturnya.

Bupati berharap, vaksinasi Covid-19 terhadap pedagang tembakau ini memang dilakukan jauh hari sebelum panen raya dimulai. Dengan harapan saat memasuki masa panen raya mendatang vaksinasi ternadap pedagang sudah selesai dilakukan.

“Semua bakul mbako akan kita vaksin tujuannya memasuki musim panen tidak ada ketakutan terhadap covid,” bebernya.

Bupati menegaskan, saat musim panen raya mendatang, jangan sampai karena alasan takut terhadap covid-19 maka ada penekanan harga jual tembakau.

“Jangan sampai alasan covid menekan harga tembakau,” tegas Bupati.

Sementara salah seorang pedagang tembakau Regi Windarto mengatakan, upaya pemkab dalam membangkitkan perekonomian masyarakat patut diapresiasi. Karena melalui vaksin ini tidak lagi menjadi alasan pabrikan menekan harga tembakau milik petani.

“Ini langkah yang sangat tepat, sehingga saat panen raya mendatang sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak membeli tembakau dari petani,” katanya.

Selama ini tembakau memang masih menjadi andalan bagi petani, karena bukan hanya soal tanam menanam dan hasilnya bagus, namun tembakau memang sudah menjadi budaya bagi masyarakat di Kabupaten Temanggung.

“Sebelum saya lahir sudah ada tembakau, kami hanya sebagai penerus generasi saja. Harapan kami ke depan tembakau dari petani bisa dibeli dengan harga yang wajar,” harapnya. (set)