Berjiwa Kreatif ? Ayo Ikuti Lomba Inovasi Desain Gerobak dan Kostum Pedagang Mi Ongklok tahun 2021.

BRANDING. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo gelar konferensi pers terkait branding mi ongklok kuliner khas Wonosobo.
BRANDING. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo gelar konferensi pers terkait branding mi ongklok kuliner khas Wonosobo.

Mi Ongklok, ikon wisata kuliner Wonosobo sejak 1947

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan Komunitas Cagar Kuliner dan Paguyuban Pedagang Mi Ongklok ‘Saba Kamulyan” akan gelar Lomba Inovasi Desain Gerobak dan Kostum Pedagang Mi Ongklok tahun 2021.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Agus Wibowo mengatakan, hingga saat ini belum ada branding yang kuat terhadap mi ongklok sebagai kuliner Wonosobo, padahal terdapat  1.500 pedagang mi ongklok tersebar di Kabupaten Wonosobo.

“Untuk mendukung  pariwisata di Wonosobo, perlu  branding produk sebagai pendukung penting pemasaran produk, mi ongklok sebagai daya tarik wisata kuliner,” ucapnya.

Menurutnya, produk mi ongklok sebagai ikon wisata kuliner Wonosobo diharapkan mampu mendongkrak positif wisata kuliner Wonosobo. Maka melalui desain gerobak dan kostum pedagang mi ongklok yang menarik akan memberikan kesan mendalam bagi para wisatawan.

Ada tiga lomba yang diharapkan memberi ruang kreatif bagi para designer muda Wonosobo dalam berkarya serta mengangkat potensi kuliner Wonosobo. Lomba tersebut adalah desain gerobak pedagang mie ongklok, desain kostum pedagang mi ongklok, dan video mi ongklok dengan konten wajib promosi berupa destinasi wisata di Wonosobo termasuk lingkup desa.

“Secara umum, lomba bisa diikuti siapapun dengan syarat warga Wonosobo dibuktikan KTP Wonosobo dikirim hingga 30 Juni 2021 mendatang. Hadiah Total Rp 32 juta dan karya yang masuk akan difasilitasi pengurusan kepemilikan Hak Karya Intelektual di Kemenkumham RI,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Mi ongklok yang berasal dari akulturasi budaya kuliner Jawa dan China (Tionghoa) kini dikenal sebagai sajian makanan khas Wonosobo yang menjadi atraksi wisata sejak tahun 1950-an.

Dikisahkan oleh para keturunannya, Kwa Ping An pada tahun 1947 mempopulerkan mi ongklok yang awalnya dijual dengan hek atau dipanggul. Kwa Ping An yang dikenal dengan nama Mbah Slamet diakui sebagai penemu mi ongklok yang selalu disajikan bersama sate sapi.

Mie yang direbus dengan cara di-ongklok, gerakan ketika menggoyang alat berupa bambu untuk menampung mi diyakini sebagai asal namanya. Mi ongklok disajikan dengan bumbu yang dicampur dengan kuah kental dipadukan dengan sayuran kubis, daun kucai, tahu bacem itu cocok disajikan dengan tempe kemul.

Diyakini sejak medio 1950-an, mi ongklok telah menjadi daya tarik wisata Wonosobo yang mudah ditemui lewat penjaja keliling dengan gerobak maupun warung lesehan di pinggir jalan. (gus)