145 Santri asal Wonosobo Berangkat Secara Kolektif ke PP Lirboyo

MONDOK. Sebanyak 145 santri asal Wonosobo yang mondok di Pondok Pesantren (PP) Lirboyo Kediri Jawa Timur diberangkatkan secara kolektif dari Gerbang Mandala Wisata Komplek Terminal Bus Mendolo, Senin (24/5).
MONDOK. Sebanyak 145 santri asal Wonosobo yang mondok di Pondok Pesantren (PP) Lirboyo Kediri Jawa Timur diberangkatkan secara kolektif dari Gerbang Mandala Wisata Komplek Terminal Bus Mendolo, Senin (24/5).

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Sebanyak 145 santri asal Wonosobo yang mondok di Pondok Pesantren (PP) Lirboyo Kediri Jawa Timur diberangkatkan secara kolektif dari Gerbang Mandala Wisata Komplek Terminal Bus Mendolo, Senin (24/5) siang.

Mereka dilepas Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat di Terminal Mendolo dengan pengawasan langsung  satgas covid kabupaten. Hadir dalam acara itu anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) K Achmad Fadlun Sy dan didampingi Kepala DKK dr Muhammad Riyatno MKes serta Bagian Kesra Setda Wonosobo Harjanto.

Karena masih dalam pandemi global Covid-19, santri dan orang tua santri yang mengawal menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat. Mereka mengenakan masker, menjaga jarak antar sesama dan mencuci tangan dengan hand sanitazer.

“Para santri harus bersyukur. Karena tidak semua anak punya kesempatan nyantri di Lirboyo. Setelah mendapat ilmu agama yang cukup, segera kembali ke daerah asal masing-masing. Masyarakat Wonosobo menunggu kiprah alumni santri Lirboyo,” ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat.

Menurutnya, para santri memanfaatkan waktu dengan baik untuk mengaji dan belajar. Sehingga ilmu yang didapat kelak bisa bermanfaat di dunia dan akhirat. Sedangkan Wali santri, untuk bekerja keras dan mendoakan putra-putrinya agar sukses dalam menuntut ilmu di pesantren. Biaya yang dikeluarkan orang tua saat ini merupakan investasi bagi anak di masa depan.

“Mari sama-sama berdoa agar pandemi global Covid-19 segera usai. Sehingga santri bisa menuntut ilmu dengan tenang dan aman. Orang tua juga dapat diberi kesehatan dan kemudahan rezeki untuk membiayai putra-putrinya di pesantren,” katanya.

Sementara itu, Ketua Himasal Achmad Fadlun Sy menambahkan semua santri yang diberangkatkan ke Lirboyo telah menjalani rapid test di rumah sakit dengan hasil 100 persen non reaktif. Selain itu, mereka telah menjalani karantina mandiri di rumah selama 7 hari sebelum berangkat.

Artikel Menarik Lainnya :  Tak Mau Divaksin, Guru Bakal Disanksi Tegas

“Di Jawa Tengah dari 27 Cabang Himasal, secara serentak, ada 6.192 santri yang diberangkatkan ke Lirboyo pada hari ini. Mereka berangkat dengan 121 bus, 5 elf dan 8 mobil pribadi. Sampai di Lirboyo para santri juga akan dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang,” pungkasnya. (gus)