Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19 di Kota Magelang

SEBARAN. Peta sebaran zona kasus Covid-19 di Kota Magelang terakhir diperbaharui pada Sabtu (22/5).(foto : IST/magelang ekspres)
SEBARAN. Peta sebaran zona kasus Covid-19 di Kota Magelang terakhir diperbaharui pada Sabtu (22/5).(foto : IST/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Sempat landai, kasus Covid-19 pascalebaran 1442 H meningkat di Kota Magelang. Hingga Sabtu (22/5) dari 17 kelurahan yang ada, zona oranye menjadi 7 kelurahan, zona kuning 6 kelurahan, dan zona hijau 4 kelurahan.

Empat kelurahan zona hijau atau tanpa adanya penularan antara lain, Kelurahan Wates, Gelangan, Cacaban, dan Jurangombo Selatan. Sedangkan zona kuning atau risiko rendah yakni Kramat Utara, Kedungsari, Potrobangsan, Panjang, Magersari, dan Tidar Utara.

Kemudian zona oranye, yakni kategori penularan sedang di antaranya, Tidar Selatan, Rejowinangun Selatan, Rejowinangun Utara, Jurangombo Utara, Kemirirejo, Magelang, dan Kramat Selatan.

Dengan begitu maka Kota Magelang masuk dalam zona oranye. Jika dilihat kategori kecamatan, Magelang Utara dan Magelang Selatan sama-sama zona oranye, sedangkan Magelang Tengah zona kuning.

Di hari yang sama, terjadi penambahan kasus aktif Covid-19 sebanyak 8 orang sehingga total kasus sampai hari ini di Kota Sejuta Bunga mencapai 2.197 kasus. Jumlah itu terdiri dari kasus aktif 39 orang, meninggal dunia 111, dan sembuh sebanyak 2.047 orang.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, Yis Romadhon menjelaskan, kendati ada kenaikan namun pihaknya memastikan bahwa ketersediaan tempat tidur (TT) di 4 rumah sakit rujukan Covid-19 masih mencukupi.

Di RSUD Tidar Kota Magelang misalnya, menyediakan 94 TT terpakai 29 pasien akrif, tersedia 65 TT. Kemudian, RSJ Prof Dr Soerojo dari total 120 TT hanya terpakai 11 TT masih tersedia 109 TT.

Lalu, RST dr Soedjono menyediakan 68 TT, terpakai 18 dan tersisa 50 TT. Sementara RS Budi Rahayu yang menyediakan 16 TT terpakai 3 TT sehingga masih tersedia 13 TT.

“Kami yakin ketersediaan TT rumah sakit rujukan ini masih longgar. Dari 4 RS ini, masih di atas 50 persen ketersediaan seperti yang diharuskan pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Tengah,” imbuhnya.

Artikel Menarik Lainnya :  10 Mahasiswa Fakultas Teknik Positif Covid-19, Untidar Larang Semua Kegiatan di Dalam dan Luar Kampus

Ia menduga, tingginya mobilitas warga saat Lebaran lalu menjadi penyebab berkurangnya satu kelurahan zona hijau menjadi kuning. Kemudian bertambahnya zona oranye.

“Evaluasi kami memang ada kenaikan walaupun tidak banyak saat libur lebaran. Di samping itu kami juga meningkatkan 3T (tracing, test, treatment) sebagai antisipasi lonjakan kasus pascalibur lebaran,” pungkasnya. (wid)