Siaga Pasien Covid Bertambah, RSUD Tidar Kota Magelang Tambah Tempat Tidur

RUJUKAN. RSUD Tidar Kota Magelang menyiapkan tempat tidur tambahan untuk pasien Covid-19 guna mengantisipasi lonjakan kasus pascalibur lebaran 1442 H. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
RUJUKAN. RSUD Tidar Kota Magelang menyiapkan tempat tidur tambahan untuk pasien Covid-19 guna mengantisipasi lonjakan kasus pascalibur lebaran 1442 H. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Magelang berencana menambah jumlah tempat tidur (TT) di ruang isolasi. Upaya ini sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur lebaran 1442 H.

Plt Wakil Direktur Pelayanan RSUD Tidar Kota Magelang dr Matsna Assa’adah mengaku pihaknya mendapat arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Kota Magelang agar menyiapkan tambahan ruang isolasi setelah lebaran.

“Ada arahan memang supaya menambah. Meskipun untuk saat ini, lonjakan kasus Covid-19 di Kota Magelang belum ada,” katanya, Kamis (20/5).

Dilansir dari laman Covid-19 Kota Magelang, per 20 Mei pukul 12.05 WIB tambahan kasus baru sebanyak 9 orang menjadi 2.183. Dari jumlah itu terpantau kasus aktif sebanyak 25 orang, sembuh 2.047, dan meninggal dunia 111 orang.

Data ini merupakan warga Kota Magelang. Sementara di rumah sakit rujukan juga merawat pasien Covid-19 dari luar daerah. Meski demikian, Matsna menegaskan bahwa tingkat keterisian TT masih normal.

“Lonjakan kasus Covid-19 belum kentara. Kalaupun ada masih terkendali. Ini dibuktikan dengan data pasien Covid-19 per Kamis, (20/5) siang kemarin berjumlah 26 orang, terdiri dari warga Kota Magelang dan luar daerah. Sementara jumlah tempat tidur (TT) yang tersedia 81. Masih ada 55 TT yang kosong,” imbuhnya.

Dengan begitu, TT yang kosong di rumah sakit plat merah itu masih lebih dari standar 50 persen. Jika ke depan data masih stagnan, maka TT tidak akan ditambah. Namun pihaknya tetap menyiapkan langkah strategis, terlebih melihat mobilitas masyarakat yang tinggi selama libur lebaran.

“Nanti akan kita evaluasi dulu secara harian, karena masih ada TT yang kosong lebih dari 50 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Yis Romadon menjelaskan pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi (rakor) yang diikuti manajemen rumah sakit, Puskesmas, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Pembahasan rakor mengerucut pada antisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran.

“Kita akan lihat perkembangan setelah ini. Tapi kalau sekarang masih landai. Kita akan pantau terus, dan menyiapkan langkah strategis, termasuk menyiapkan TT tambahan pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan,” katanya. (wid)