Harga Cabai Masih Pedas

MELAYANI. Salah satu pedagang sayur di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung sedang melayani pembeli. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
MELAYANI. Salah satu pedagang sayur di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung sedang melayani pembeli. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Memasuki hari ke delapan pasca Idul Fitri 1442 H, harga cabai masih bertahan tinggi. Bahkan beberapa jenis cabai justru mengalami kenaikan harga.

Harti (42) salah satu pedagang sayuran di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung menuturkan, sejak menjelang Idul Fitri, harga sayuran sudah mulai naik terutama untuk komoditas cabai, Rata-rata harga cabai naiknya Rp10 ribu per kilogram.

“Kurang lebih lima hari sebelum Lebaran harganya sudah mulai naik, sampai saat ini masih bertahan tinggi,” tuturnya, Kamis (20/5).

Ia menyebutkan, harga cabai rawit hijau naik dari Rp30.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan harga cabai rawit merah bertahan Rp30.000 per kilogram.

Namun katanya, jika dibandingkan dengan harga cabai di triwulan pertama lalu, kenaikan harga cabai saat ini masih jauh di bawahnya di mana harga saat itu mencapai Rp100 ribu per kilogram.

“Kurang lebih selama tiga bulan harga cabai saat itu kisaran Rp80 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini permintaan cabai masih cukup tinggi, sedangkan pasokan dari petani masih stabil belum ada peningkatan.

Danu (34) pedagang sayur lainnya menuturkan, harga tomat bertahan Rp10.000 per kilogram dan kapri bertahan Rp30.000 per kilogram.

“Rata-rata harga sayuran masih bertahan tinggi, tapi omset penjualannya tidak sebaik saat menjelang Lebaran lalu,” katanya. (set)

Artikel Menarik Lainnya :  Industri Mesin Sangrai Kopi Tak Goyang Dihantam Pandemi