Mengharukan, 36 Tahun Berpisah Akhirnya Nenek Sumini Bertemu Lagi Keluarganya

REUNIFIKASI. Nenek Sumini dapat kembali pulang ditanah kelahirannya berkumpul bersama keluarganya, melalui proses reunifikasi oleh Tim Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung.
REUNIFIKASI. Nenek Sumini dapat kembali pulang ditanah kelahirannya berkumpul bersama keluarganya, melalui proses reunifikasi oleh Tim Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Nenek Sumini (78) akhirnya bisa bertemu dengan keluarganya, setelah selama 36 tahun sempat teputus komunikasi dengan keluarga. Pada Selasa (11/12/2021) Nenek Sumini dipertemukan kembali dengan keluarganya oleh Tim Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung, UPT Kementerian Sosial, didampingi Dinas Sosial Kabupaten Magelang dan Temanggung serta Pemdes Sengi Dukun Magelang.

“Setelah melalui proses lebih kurang satu bulan, akhirnya Simbah Sumini dapat kita antar pulang ke keluarganya di Dusun Gowok Sabrang Desa Sengi kecamatan Dukun Magelang. Dimana sebelumnya beliau hidup sendirian dan terlantar di Cublikan Kowangan Temanggung,” ucap Pekerja Sosial Balai Kartini Temanggung UPT Kementerian Sosial, Sartono.

Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung menerima laporan masyarakat terkait adanya Lansia yang terlantar, hidup sendirian didekat pemakaman. Kemudian merespon aduan tersebut dengan memberukan pendampingan bagi Nenek Sumini yang saat ini menderita sakit mata Katarak, sehingga tidak bisa melihat.

Balai Besar Kartini saat ini memberikan multi layanan, tidak hanya bergerak ke disabilitas intelektual, tetapi juga Orang Dengan Gangguan Jiwa, Lansia/Anak Terlantar dan lain-lain.

Termasuk dalam kasus Simbah Sumini ini, kami rawat, dan kami berusaha mencari informasi keluarga inti beliau. Rupanya Simbah Sumini masih ingat tempat asalnya, yaitu bernama Dusun Sabrang yang terletak dilereng Gunung Merapi,” terang Sartono.

Berbekal nama Dusun Sabrang yang berada dilereng Gunung Merapi ini dicarilah informasi, dan sampai ke wilayah Kecamatan Dukun Magelang, sehingga bisa menemukan keluarga inti Nenek Sumini.

“Simbah Sumini menikah dengan Pak Man orang Temanggung dan tinggal di Temanggung, pernikahan mereka tidak dikaruniai anak. Pak Man dan Simbah Sumini pernah pulang ke Sengi Dukun namun sudah lama sekali. Dan empat tahun lalu Pak Man meninggal dunia, sehingga Simbah Sumini bertahan hidup dengan mencari rongsok,” papar Sartono.

Artikel Menarik Lainnya :  Dandim 0705 Magelang Minta Posko PPKM Tak Kendor Ingatkan Masyarakat

Beruntung ada keponakan Nenek Sumini, yang bernama Tukimin Mintarjo, yang ingat akan sosok Nenek Sumini. Dirinya ingat saat masih kecil Pak Man dan Simbah Sumini datang ke Dusun Gowok Sabrang

“Simbah Sumini punya tiga saudara namun sudah meninggal dunia semua. Saya ingat nama panggilan Simbah Sumini adalah Sumi. Saat melihat fotonya saya yakin Simbah Sumini adalah Simbah Sumi yang saya maksud,” terang Tukimin Mintarjo, kelahiran tahun 1967 ini.

Kasi Pembinaan Dinas Sosial Kabupaten Magelang, Suroto, menuturkan, cukup sering ditemukan Lansia warga Kabupaten Magelang di luar wilayah Kabupaten Magelang, dan mereka dapat dipertemukan kembali dengan keluarganya.

“Karena dirawat dengan keluarga inti akan lebih baik dibanding dirawat di Panti Jompo. Maka reunifikasi mempertemukan keluarga yang terpisah ini harapannya akan membawa kebaikan yang positif bagi kesehatan fisik dan mental,” ucap Suroto

Sementara Nenek Sumini mengaku senang dan bahagia dapat kembali pulang ke kampung halamannya. “Saya senang dapat kembali pulang, meskipun dengan kondisi mata saya tidak dapat melihat dengan jelas karena menderita Katarak,” ungkapnya.(cha).