Grab Indonesia Kolaborasi Bangkitkan Wisatawan di Jateng

KOLABORASI. Nia Niscaya, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (kiri) berbincang dengan mitra pengemudi yang menggunakan layanan GrabCar Protect sebagai layanan pemasaran Destinasi Super Prioritas Borobudur.( foto : IST/magelang ekspres )
KOLABORASI. Nia Niscaya, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (kiri) berbincang dengan mitra pengemudi yang menggunakan layanan GrabCar Protect sebagai layanan pemasaran Destinasi Super Prioritas Borobudur.( foto : IST/magelang ekspres )

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Salah satu mitra Co-Branding Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Grab Indonesia, kembali menunjukkan dukungan terhadap program pemerintah dalam rangka pemulihan sektor pariwisata di Indonesia.

Kerja sama ini diimplementasikan dalam bentuk penyelenggaraan pelatihan oleh Kemenparekraf melalui Deputi Bidang Pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pemasaran para pengemudi Grab.

Hal ini berkaitan dengan pelayanan destinasi wisata super prioritas yaitu Candi Borobudur. Di sisi lain, Grab juga turut mempromosikan perjalanan dan eksplorasi tujuan wisata melalui layanan Grab dan Program Jelajah Kota di area Borobudur, Magelang, DI Jogjakarta, Solo, dan Semarang.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan wisatawan dan menciptakan pengalaman wisata ke Jawa Tengah yang aman serta nyaman di tengah pandemi,” kata Nia Niscaya, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Menurutnya, inisiatif ini dapat meningkatkan potensi wisata, sehingga seiring sejalan mampu membuka lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Ia menjelaskan, para pengemudi Grab, dapat menjadi instrumen pendukung yang bersentuhan langsung dengan wisatawan. Menurutnya, hal tersebut adalah promosi yang paling berpeluang guna meningkatkan daya tarik wisatawan.

“Borobudur merupakan destinasi super prioritas yang akan terus dikembangkan hingga 2021 ini. Ada banyak potensi pariwisata di sekitar Borobudur, khususnya di Magelang Raya yang bisa dieksplorasi,” imbuhnya.

Director of West Indonesia, Grab Indonesia, Richard Aditya, mengungkap dukungannya untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah dan sekitarnya.

“Sejalan dengan misi GrabForGood, kami selalu mendukung inisiatif pemerintah pusat maupun daerah serta memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat dari ekonomi digital,” tuturnya.

Program tersebut, kata dia, turut menyediakan berbagai macam rekomendasi destinasi wisata, tempat kuliner, toko suvenir, dan pusat kesehatan yang terdapat di dalam aplikasi Grab.

Artikel Menarik Lainnya :  Kodam Diponegoro dan Polda Jateng All Out Perangi Covid di Kudus

“Dengan adanya inisiatif dan kerja sama ini, kami kembali mendukung pemerintah dalam menggerakkan industri pariwisata di tengah pandemi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Noegroho Rachmadi memberi apresiasi Grab terhadap kepedulian mereka memulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah.

“Hal utama yang perlu dilakukan dalam  pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah adalah menarik wisatawan berkunjung ke Jawa Tengah. Pada tahun 2020 wisatawan nusantara ke Jateng turun -60,5 persen dan mancanegara -88,6 persen,” sebutnya.

Pada Januari 2021, wisatawan nusantara ke Jawa Tengah tercatat sebanyak 1.377.659. Sedangkan di bulan Februari 2021 turun menjadi 689.104 orang.

“Untuk wisatawan manca masih nol. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan wisatawan dan menciptakan pengalaman wisata ke Jawa Tengah yang aman serta nyaman di tengah pandemi,” pungkasnya. (wid/adv)