Ganjar Ancam Tutup Objek Wisata Bandel

MENINJAU. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Wakil Bupati Temanggung dan jajaran pemerintahan lainnya saat meninjau Posko Terpadu Larangan Mudik di Kledung, Kabupaten Temanggung, Senin (10/5).(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
MENINJAU. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Wakil Bupati Temanggung dan jajaran pemerintahan lainnya saat meninjau Posko Terpadu Larangan Mudik di Kledung, Kabupaten Temanggung, Senin (10/5).(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar Dinas Pariwisata mengecek objek wisata yang masih buka selama Idul Fitri, maksimum pengunjung rata-rata 30 persen dari kapasitas objek wisata.

Permintaan tersebut disampaikan Ganjar Pranowo saat meninjau Posko Terpadu Larangan Mudik di Kledung, Kabupaten Temanggung, Senin.

Ganjar mengatakan, dalam beberapa hari ke depan akan terus dipantau, khususnya tempat-tempat pariwisata, kemungkinan mereka masih beroperasi.

“Kabupaten/kota yang beroperasi kami minta maksimum hanya 30 persen, kalau tidak dan masih nekat lebih dari itu akan saya tutup,” pintanya tegas.

Menurutnya, di Jawa Tengah ada empat kabupaten yang menutup total semua objek wisatanya, guna mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Terima kasih untuk Kabupaten Magelang yang telah menutup semua objek wisatanya, kemudian Wonogiri, Kebumen, dan Kabupaten Kudus,” kata Ganjar.

Ia mengungkapkan jadi ada empat kabupaten yang menutup objek wisatanya selama libur Lebaran. Kemudian objek wisata kabupaten/kota yang lain maksimum hanya 30 persen dari daya tampung pengunjung.

“Kami tadi sempat ngecek di Candi Borobudur sudah ditutup, mudah-mudahan masyarakat tidak usah piknik dulu, di rumah saja kumpul dengan keluarga, nanti saudaranya yang tidak mudik bisa komunikasi secara daring,” katanya.

Ganjar menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang sampai hari ini taat tidak mudik.

“Di Posko Kledung ini tadi ada yang melintas dan mereka membawa surat hasil tes swab, ini bagus sehingga mereka memenuhi syarat, insyaallah aman, tetapi yang tidak membawa surat di sini sudah ada bantuan untuk dites,” katanya.

Ganjar mengatakan seluruh pihak harus sepemikiran bahwa tren pasca lebaran akan terjadi peningkatan kasus Covid-19. Sehingga, penanganan dan kesiapannya juga seragam.

Artikel Menarik Lainnya :  2040 Temanggung Dibanjiri Sampah

“Jadi hipotesis yang saya buat juga begitu, kita harus berpikir bahwa besok akan naik. Mudah-mudahan tidak tapi kita harus berpikir naik,” kata Ganjar.

Untuk itu, ia juga telah menginstruksikan pada seluruh rumah sakit di Jateng yang jadi rujukan perawatan pasien Covid-19, agar membuka kembali ruang perawatan ICU dan tempat tidur isolasinya.

“Maka saya udah perintahkan seluruh rumah sakit yang dulu dipakai untuk isolasi, tempat tidur isolasi maupun tempat tidur di ICU ya itu mesti disiapkan,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta agar daerah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Seperti yang telah dilakukan di Banyumas dan Kota Solo. Apalagi sampai membaut kebijakan untuk menempatkan pemudik di tempat isolasi tersebut.

“Saya terima kasih temen-temen para bupati, wali kota, kades ya, yang membuat tempat isolasi-isolasi khusus. Ya beberapa kemarin umpama Banyumas sama Solo, dia membuat aturan pokoke begitu nyampe isolasi 5 hari, itu bagus,” ujarnya. (set)