D’browncafies Bakery SMKN 3 Magelang Raih Omzet Besar Kue Kering

D’browncafies Bakery SMKN 3 Magelang Raih Omzet Besar Kue Kering
KUE LEBARAN. Siswa PKL Tata Boga di D'Browncafies Bakery memproduksi kue lebaran dengan menerapkan protokol kesehatan.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Tak terasa Lebaran tinggal menghitung hari. Umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Hampir semua orang melakukan tradisi menyiapkan kuliner, aneka kue kering salah satunya. Di momen ini kue kering dianggap sebagai simbol Lebaran yang khas. Tak lengkap rasanya tanpa adanya kue kering. Banyak orang yang akan membeli atau membuat kue kering sendiri untuk jamuan silaturahmi.

Untuk menyambut hari kemenangan ini, tentu banyak hal yang harus dipersiapkan untuk keluarga atau orang terdekat.

D’Browncafies Bakery SMK Negeri 3 Magelang menyedikan aneka kue kering lebaran.

“Kita menyediakan berbagai aneka kue kering untuk sajian atau bingkisan Lebaran serta kue basah untuk sajian buka puasa,” kata Pengelola D’Browncafies Bakery SMK Negeri 3 Magelang, Rudi Haryanto.

Ada beberapa jenis kue kering yang disediakan di D’Browncafies Bakery antara lain nastar, kastengel, putri salju, palm cheese sugar, choco peanut, coklat kurma, kacang telur, garlic cookies dan kue kacang. Mengenai harga per toplesnya pun beragam, kue kering yang paling banyak diminati pelanggan adalah palm cheese sugar.

“Palm cheese sugar banyak diminati karena rasanya yang sangat enak dan teksturnya sangat lembut, bahkan hanya melihat saja sudah terbayangkan rasanya,” tutur Rudi.

D’Browncafies Bakery mulai memproduksi kue kering diawal puasa dan untuk proses produksi dibantu oleh 6 siswa kelas XI jurusan tata boga yang PKL di D’Bwoncafies Bakery serta dibantu oleh guru pembimbing.

Untuk pemasaran dilakukan melalui media sosial dengan cara menyebarkan paflet foto kue kering di story WA, IG dan FB. Mengenai target pemasaran adalah para guru SMKN 3 Magelang, masyarakat Magelang dan sekitarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  SMK Negeri 3 Magelang Gelar IHT Kurikulum Merdeka Belajar

Rudi mengatakan bahwa target awal hanya 400 toples, namun ternyata banyak pemesanan hingga tembus 750 toples, maka pengelola menambah satu siswa kelas XII Tata Boga untuk membantu mengerjakan serta dibantu pula oleh beberapa guru Tata Boga.

Untuk omzet Ramadan kali ini D’Browncafies Bakery memang sangat besar termasuk pula penjualan kue basah untuk buka puasa, yang target pemasarannya adalah para guru.

Menurut salah satu siswa yang PKL di D’Browncafies Bakery dengan adanya D’Browncafies Bakery mampu menumbuhkan jiwa kreativitas siswa yang PKL untuk terus berinovasi di dunia kerja maupun wirausaha. (adv/tim jurnalistik skaniga/menik s)