Polres Temanggung Siap Bubarkan Takbir Keliling

TINJAU. Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi, Bupati M Al Khadziq dan jajaran FKPD Temanggung meninjau posko Idul Fitri akhir pekan, kemarin.(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
TINJAU. Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi, Bupati M Al Khadziq dan jajaran FKPD Temanggung meninjau posko Idul Fitri akhir pekan, kemarin.(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi dengan tegas menyatakan akan membubarkan masyarakat yang nekat menggelar takbir keliling saat Perayaan Idul Fitri mendatang.

Langkah ini menurutnya, sesuai dengan Surat Edaran Bupati Temanggung, pada malam takbir tidak diperbolehkan adanya takbir keliling, karena sangat rawan menimbulkan kerumunan.

“Kalau masih nekat akan kami bubarkan,” tegas Kapolres akhir pekan kemarin.

Ia mengimbau, agar umat islam di wilayah hukum polres Temanggung menggelar takbir di masjid dan musala saja, tidak melaksanakan takbir keliling.

“Maksimalkan takbir di musala dan masjid saja, ini demi kehesatan bersama,” pesannya.

Dengan melaksanakan takbir di musala dan masjid, sebagai salah satu langkah untuk menekan penyebaran Covid-19 saat perayaan Iul Fitri mendatang.

Selain langkah tersebut, saat ini Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung mendata pemudik yang telah sampai di rumah untuk kemudian diminta menjalani swab antigen.

“Pemudik yang reaktif harus menjalani prosedur dengan pengobatan sedangkan yang non reaktif tetap harus menjalani isolasi mandiri selama 5 hari,” kata,

Benny Setyowandi mengatakan penyekatan dilakukan di empat titik pospan yang ditempatkan di pintu masuk Temanggung, yakni di Bejen, Kledung, Pringsurat dan Kranggan. Kendaraan berplat nomor jauh akan jadi sasaran pemeriksaan. Pemeriksaan meliputi surat-surat dan kesehatan.

“Ada sejumlah kendaraan yang diminta putar balik atau dikembalikan. Mereka yang ada di kendaraan harus menjalani swab antigen,” kata dia.

Dikatakan Satgas Covid-19 tingkat kecamatan, desa hingga RT/RW menjadi tulang punggung Satgas Covid-19 tingkat kabupaten. Sebab mereka yang berhadapan langsung dengan warga, terutama mereka yang lolos dari pemeriksaan dan telah sampai di desa.

Sedangkan pantauan arus lalu lintas, disampaikannya, untuk tahun ini tidak begitu ramai seperti tahun-tahun yang lain. Semoga hal itu berlangsung sampai lebaran.

Artikel Menarik Lainnya :  Harga Hasil Pertanian Makin Merosot

“Imbauan pemerintah untuk tidak mudik mudah-mudahan ditaati oleh semua warga termasuk warga Temanggung yang ada di luar daerah,” kata dia. (set)