HIPMI Wonosobo Dorong ASN Beli Produk UMKM

Ketua BPC HIPMI Wonosobo, Choirul Anwar
Ketua BPC HIPMI Wonosobo, Choirul Anwar

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – BPC HIPMI Kabupaten Wonosobo mendorong pemkab untuk melakukan gerakan belanja wajib produk UMKM lokal, khususnya bagi ASN. Hal tersebut sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi.

“Lebaran ini harus jadi berkah, sekaligus mengungkit pertumbuhan ekonomi rakyat. Salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan membeli produk UMKM lokal,” ungkap Ketua BPC HIPMI Wonosobo, Choirul Anwar, kemarin di kantornya

Menurutnya, ribuan pelaku UMKM Wonosobo dalam kondisi yang tidak baik selama masa pandemi covid 19. Bahkan beberapa pelaku sudah mulai gulung tikar. Maka upaya gotong royong ekonomi adalah salah satu cara, sekaligus mengimplementasikan bangga beli produk UMKM lokal.

“Sejak lama kita selalu mendorong untuk membentuk perilaku berekonomi secara gotong royong dengan mengutamakan belanja di warung tetangga, beli produk lokal dan beli produk UMKM. Sehingga mampu menghidupkan pertumbuhan ekonomi dari rantai distribusi paling bawah,” terangnya.

Pria yang karib dipanggil Awang itu juga membeberkan kondisi nasional. Tantangan ekonomi Indonesia semakin berat. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,74% (-0,74%) pada kuartal pertama di tahun 2021. Perlu adanya gerakan bersama untuk pemulihan ekonomi Nasional. Pemerintah daerah tentu saja bisa membantu gerakan tersebut dengan mendorong ASN membeli produk UMKM lokal.

“Di tingkat daerah, pemkab bisa menginstruksikan supaya ASN membeli Produk UMKM. Jika saat ini pemkab  memiliki 6.505 ASN, itu merupakan pasar yang luar biasa,” katanya.

Jika pemerintah Kabupaten Wonosobo membuat Gerakan Belanja Wajib Produk UMKM Rp200.000 dikalikan 6.505 ASN, Setidaknya ada tambahan perputaran ekonomi sekitar Rp 1,3  Miliar untuk produk UMKM. Belum lagi untuk pembuatan parsel lebaran yang dilakukan oleh segenap elemen, termasuk sektor swasta.

Artikel Menarik Lainnya :  Tak Mau Divaksin, Guru Bakal Disanksi Tegas

“Jika ini dilakukan di 513 Kabupaten dan Kota lainnya di seluruh Indonesia maka akan membawa dampak besar bagi perekonomian nasional,” katanya.

Perputaran ini akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi dari level paling bawah. Sektor UMKM adalah penyumbang pertumbuhan ekonomi dan pencipta lapangan kerja terbesar di Indonesia. Maka sudah seharusnya kita dukung bersama.

“Tidak lupa kita juga jangan menahan perputaran ekonomi kita, sektor konsumsi akan mendorong sektor produksi yang lain,” pungkasnya. (gus)