Wonosobo Diprediksi Kebanjiran 10 Ribu Pemudik

Sosialisasikan Tiga Larangan dengan Cara yang Humanis
Bupati Wonosobo Sosialisasikan Tiga Larangan dengan Cara yang Humanis

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Kabupaten Wonosobo diprediksi akan kebanjiran 10 ribu lebih  pemudik dari luar kota pada lebaran tahun 2021 ini. Hal tersebut didasarkan pada kondisi normal yang pemudiknya mencapai 80 ribu orang.

“Ya kan hasil kajian dan penelitian  dari Kemenhub, yang akan tetap mudik di masa pandemi tahun ini sekitar 13 persen. Jika data pemudik dalam kondisi sebelum pandemi sebanyak 80 ribu hingga 100 ribu, maka ada  sekitar angka 10 ribuan orang yang bakal mudik,” ungkap Disperkimhub  Wonosobo, Bagiyo Sarastono.

Menurutnya, Pemkab Wonosobo telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, baik dari sisi kebijakan maupun sisi teknis. Diantaranya penerbitan Inbup Nomor 645 dari bupati selaku ketua satgas covid terkait penangan covid 19 selama Ramadan dan Idul Fitri tahun 2021.

“Di batas antar kabupaten dan kota , khusus angkutan umum sepakat di Jateng tidak  ada penghentian operasional. Operasi kendaran di kabupaten seperti biasa. Focus penyekatan atau pembatasan sosial mengikuti kebijakan PPKM, yaitu di RT-RW, diatur sesuai status zonasinya. Kebijakan penanganan pemudik mengikuti inbup,” katanya.

Sedangkan untuk kendaraan yang dikecualikan oleh pemerintah dan tetap beroperasi, seperti kendaraan untuk perjalanan dinas, kunjungan keluarga yang sakit, meninggal, ibu hamil serta kondisi darurat yang lain, akan ditandai dengan pemasangan stiker khusus.

“Untuk yang dikecualikan itu nanti ada pemasangan stiker khusus,” ucapnya.

Terpisah, Camat Kalikajar, Bambang Trie menegaskan, berdasarkan rakor kades dan kalur se Kecamatan Kalikajar bersama dengan Bupati dan wakil Bupati Wonosobo, semua sudah sepakat menjalankan Instruksi Bupati Wonosobo Nomor 645 tentang Penanganan Mudik selama bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2021.

“Kita sepakat untuk jalankan Inbup itu sebagai pedoman penangan pemudik yang datang atau pulang ke Kecamatan Kalikajar,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Waspada! Ada Potensi Ledakan Kasus Covid-19 Gelombang Ketiga di Wonosobo

Menurutnya, pemudik yang berhasil pulang akan langsung dicatat dan dilaporkan ke satgas tingkat desa atau kelurahan. Kemudian wajib menunjukkan hasil PCR swab, namun jika tidak memiliki bukti tersebut akan digiring ke puskesmas  dan menjalani proses pemeriksaan secara mandiri.

“Pemudik yang tidak menunjukkan surat hasil PCR Swab diperintahkan datang ke Puskesmas atau yankes yang lain pada jam kerja untuk  melaksanakan PCR Swab secara mandiri,” katanya.

Selanjutnya,  apabila ada yang terkonfirmasi akan dilaksanakan tracking dan isolasi mandiri bagi yang OTG, sedangkan yang  gejala sedang sampai berat untuk dilakukan perawatan di RS. Patroli akan diperketat, serta laporan perkembangan di desa atau kelurahan akan terus disampaikan secara rutin ke admin Pemkab Wonosobo. (gus)