Ribuan Santri Ponpes Al Iman Purworejo Dipulangkan dengan Prokes Ketat

PULANG. Para santri tampak bersiap hendak pulang ke kampung halaman menyusul berakhirnya kegiatan pengajian ramadan di Ponpes Al Iman Bulus Purworejo.( Foto lukman )
PULANG. Para santri tampak bersiap hendak pulang ke kampung halaman menyusul berakhirnya kegiatan pengajian ramadan di Ponpes Al Iman Bulus Purworejo.( Foto lukman )

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Memasuki masa libur lebaran dan berakhirnya kegiatan ngaji puasa Ramadan, ribuan santri Pondok Pesantren Al Iman di Desa Bulus Kecamatan Gebang Purworejo dipulangkan. Sebelumnya, para santri diwajibkan menjalani rapid test terlebih dahulu guna memastikan bahwa mereka dalam keadaan sehat dan tidak terpapar Virus Corona atau Covid-19.

Pengasuh Ponpes Al Iman, KH Hasan Agil Baabud mengungkapkan, para santri menjalani rapid test terlebih dahulu, dalam pelaksanaan rapid test pihak pesantren bekerja sama dengan pihak Puskesmas Gebang. Pada proses pemulangan santri juga mendapat pengawalan dari pihak Polsek Gebang.

“Santri akan kembali lagi ke pesantren pada 20 syawal,” imbuhnya.

Dikatakannya, prosesi pelepasan santri diwarnai dengan acara Muwadaah (Pamitan) kepada kyai dan selikuran karena bertepatan dengan malam ke 21 bulan Ramadan. “Baik laki-laki maupun perempuan sejumlah sekitar 3500 santri dari Ponpes Al Iman dipulangkan, rangkaian acara dimulai pada malam senin, setelah tarawih diisi acara perpisahan dan makan bersama,” ungkap Wan Hasan panggilan akrab sanga pengasuh saat ditemui di kediamannya, Komplek pesantren Al Iman Bulus, Selasa (4/5).

Para santri yang berasal dari luar kota, lanjut wan Hasan, diharuskan dijemput oleh pihak keluarga atau pihak yang diutus oleh keluarga untuk menjemput. Jika tidak ada keluarga yang menjemput untuk santri putra yang telah berumur 15 tahun ke atas diperbolehkan pulang sendiri dengan kendaraan umum.

“Untuk santri putri atau santri putra yang dibawah 15 tahun diwajibkan untuk dijemput,” jelas wan Hasan.

Disampaikan, untuk santri yang berasal dari luar provinsi telah diizinkan pulang pada pertengahan Ramadan lalu. “Paling jauh untuk pemulangan santri kali ini adalah dari Bima NTB, santri dipulangkan karena menjelang Idul Fitri sudah tidak ada kegiatan lagi di pondok, kasian juga kalau mereka tidak bisa merayakan Idul Fitri di tempat asal mereka,” ungkapnya.,

Artikel Menarik Lainnya :  Pasang EWS, Debit Air Sungai Jali dan Sungai Dulang Bisa Dideteksi

Disampaikan, pesantren tertua di Purworejo tersebut memang sangat memperhatikan protokol kesehatan saat proses pemulangan santri mengingat dengan masih adanya pandemi Covid-19.

Pada kegiatan saat di pesantren, pihaknya juga sangat memperhatikan protokol kesehatan seperti tidak memperbolehkan para santri untuk keluar pesantren secara sembarangan.

“Untuk santri yang ngaji laju juga diharuskan untuk menetap saja di pondok, kunjungan orang tua juga dibatasi,” imbuh pengasuh Ponpes Al Iman yang telah berdiri sejak tahun 1828.

Pihaknya mengimbau, agar para santri bisa menjaga nama baik pesantren saat di kampung halaman mereka masing-masing, terutama dengan penerapan protokol kesehatan agar selalu dijalankan saat mereka pulang.

Dalam tradisi pemulangan santri, tidak semua santri dipulangkan melainkan masih ada santri yang menetap di pesantren yang terdiri dari beberapa santri senior.

Wahid Anwar (26) salah satu santri senior yang menetap di pesantren mengaku selain dirinya masih ada sekitar 200 santri lain yang menetap di pesantren.

Santri yang telah mondok sejak tahun 2008 tersebut, bersama santri lain yang menetap di pesantren akan merayakan Idul Fitri di Ponpes Al Iman Bulus.

“Rencananya saya pulang ke tempat asal saya di Kebumen setelah idul fitri,” pungkas santri yang juga dipercaya sebagai pengurus pondok tersebut. (luk)