IEA Magelang, Siap Kawal Ambulans Tanpa Harapkan Imbalan

PENGAWALAN. Komunitas Indonesia Escorting Ambulan (IEA) Magelang Raya, aktif melakukan pengawalan Ambulance sejak tahun 2018.
PENGAWALAN. Komunitas Indonesia Escorting Ambulan (IEA) Magelang Raya, aktif melakukan pengawalan Ambulance sejak tahun 2018.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Banyak komunitas yang bergerak dibidang sosial, namun bagaimana jika komunitas sosial tersebut mempunyai basic hampir sama dengan klub sepeda motor, karena anggota komunitas ini memerlukan skill keterampilan safety riding yang mumpuni.

Inilah Komunitas Indonesia Escorting Ambulans (IEA) Magelang Raya, yang terbentuk pada tahun 2018. Dimana komunitas tersebut mengkhususkan diri pada kegiatan sosial pengawalan mobil Ambulans dalam keadaan darurat.

“Komunitas ini mempunyai struktur organisasi mulai dari Pusat Jakarta hingga ke daerah, termasuk Magelang Raya. Awal berdirinya karena keprihatinan kami melihat langsung kendaraan Ambulancs banyak menemui kendala saat dalam keadaan darurat. Sehingga kami mencoba untuk membantu pengawalan hingga ke rumah sakit dengan sukarela,” ucap salah satu anggota aktif Komunitas IEA Magelang Raya,  Nur Widhi Setyabudi, warga Giritengah Borobudur Magelang, Selasa (4/5/2021).

Menurut Widhi, anggota IEA Magelang Raya tersebar di seluruh wilayah Magelang. Dengan 14 anggota aktif yang terbiasa mengawal Ambulance setiap saat bila melihat langsung di jalan raya.

“Banyak juga kejadian mendadak melihat Ambulance dijalan kemudian anggota kami memberikan kode kepada pengemudi Ambulance untuk memberikan pengawalan.

Kalau tidak mendadak, biasanya menggunakan formasi dua sepeda motor didepan sebagai pembuka jalan, dan tiga sepeda motor dibelakang Ambulance,” terang Widhi.

Berkaitan dengan resiko pengawalan, anggota IEA Magelang Raya, juga dibekali dengan pelatihan Safety Riding dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, yang dilakukan secara berkala.

“Oleh karenanya dalam pengawalan Ambulance, anggota kami harus tetap menghargai kendaraan lainnya, melakukan pembukaan jalan dengan sopan, agar jalan menjadi terbuka dan kendaraan Ambulance dapat melaju lancar hingga ke rumah sakit yang dituju.

Kalau dalam keadaan biasa, mengantar pasien rujukan, biasanya pengawalan dilakukan pada kecepatan 70-80 Km/jam, kalau Ambulance mengangkut pasien darurat maka kecepatan bisa melebihi kecepatan tadi,” papar Widhi.

Artikel Menarik Lainnya :  227 Taruna tingkat IV Dikenalkan Materi Operasi Militer Perang

Ketua IEA Magelang Raya, Agus Hasanudin, mengatakan, kegiatan selain pengawalan Ambulance, komunitas tersebut juga ikut dalam Pospam arus mudik/hari besar,

Kebencanaan, dan Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat (PPGD).

“Untuk kegiatan pengawalan Ambulance dari pusa ada asuransi untuk anggota sedang dalam proses,” tutur Agus.(cha).