Nongkrong Bareng di Alun-alun Wonosobo, 95 Remaja Terjaring Operasi Prokes

LANGGAR PROKES. Sebanyak 95 orang terjaring operasi protkes yang digelar oleh tim satgas covid 19 kemarin malam
LANGGAR PROKES. Sebanyak 95 orang terjaring operasi protkes yang digelar oleh tim satgas covid 19 kemarin malam

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Sebanyak 95 orang terjaring operasi protkes yang digelar oleh tim satgas covid 19 kemarin malam. Mereka terjaring operasi Alun-alun Wonosobo  lantaran menggelar kerumunan serta tidak menggunakan masker.

“Pelaksanaan operasi kali ini mengambil sasaran di Alun-alun Wonosobo, tempat nongkrong bersama  para remaja sehingga menimbulkan kerumunan.  Sesuai dengan peraturan pemerintah kita diharapkan untuk menghindari kerumunan agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus covid-19,” ungkap Kabid Gakda Satpol PP sekaligus koordinator operasi yustisi.

Tim Satgas Covid-19 Kabupaten terdiri dari Kodim 0707/Wonosobo, Polres dan Satpol PP gelar Razia protokol Kesehatan pada malam hari. Kali ini sasaran kegiatan di Alun- alun dan sekitarnya. (3/5)

Menurutnya, dalam operasi tersebut terjaring 95 orang yang melanggar proke. Mereka diberikan pengertian dan untuk segera meninggalkan lokasi.  Selain 95 orang tersebut juga terjaring 2 pedagang kembang api menggunakan mobil berjualan di bahu jalan, tindakan petugas mengamankan barang dagangan serta kartu identitas.

“Ada 95 orang yang terjaring serta dua orang pedagang yang gelar jualan kembangan api di bahu jalan,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa operasi terus dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat di tengah wabah Covid-19 saat melaksanakan operasi yustisi.

Dengan berlakunya adaptasi kebiasaan baru dan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten Wonosobo,  tim gugus tugas penanganan covid-19 kabupaten turun langsung kelapangan untuk melaksanakan operasi yustisi serta mengimbau warga masyarakat agar disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, Letda Inf dremo dari Kodim 0707/Wonosobo mengemukakan bulan Ramadan digunakan untuk memperbanyak beribadah, bukannya nongkrong di alun-alun lalu menimbulkan kerumunan.

“Saat ini bulan puasa, gunakanlah waktu yang ada untuk banyak beribadah. Jangan hanya berkumpul di alun – alun dengan kegiatan yang tidak jelas. Apalagi berkumpul ini menimbulkan kerumunan, sedangkan kerumunan saat ini dilarang oleh pemerintah,” katanya (gus)