Walikota Magelang Minta OPD Beli Parcel Lebaran Produk UMKM

BANGKIT. Program Pemkot Magelang menggelorakan Gerakan Belanja UMKM diyakini sebagai upaya membangkitkan usaha kecil di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
BANGKIT. Program Pemkot Magelang menggelorakan Gerakan Belanja UMKM diyakini sebagai upaya membangkitkan usaha kecil di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Untuk mendorong percepatan kebangkitan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Pemkot Magelang menggelorakan Gerakan Belanja Produk UMKM. Terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H ini dengan membeli parcel lebaran produk UMKM Kota Magelang.

Permintaan disampaikan Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz melalui surat yang ditujukan kepada kepala OPD dan Direktur BUMN/BUMD di wilayah Kota Magelang. Surat tertanggal 26 April 2021 itu berisi permintaan untuk membeli parcel lebaran produk UMKM Kota Magelang.

“Tujuannya dalam rangka mendorong percepatan kebangkitan pelaku UMKM Kota Magelang di tengah pandemi Covid-19. Melalui surat ini, kami harap partisipasi OPD dan BUMN/BUMD untuk membeli parcel lebaran produk UMKM Kota Magelang,” katanya.

Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono menjelaskan, surat itu berdasarkan surat dari Sekda Provinsi Jawa Tengah perihal Gerakan Belanja Produk UMKM Jawa Tengah. Maksud dari program ini, yakni untuk mendukung kebijakan pemerintah tentang gerakan nasional bangga buatan Indonesia.

Di dalam surat, tercantum dua jenis paket parcel yang bisa dipesan. Paket parcel pertama untuk BUMN/BUMD dengan tiga jenis paket seharga masing-masing Rp500.000, Rp400.000, dan Rp300.000. Paket kedua untuk OPD dengan tiga jenis paket, masing-masing Rp350.000, Rp300.000, dan Rp250.000.

“UMKM menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, perlu sekali kita berupaya untuk membangkitkannya lagi di tengah pandemi ini. Dengan adanya program ini, kami harap geliat UMKM kembali bergairah, sehingga berdampak pula pada yang lain, seperti menekan pengangguran,” tuturnya.

Kepala Disperindag, Catur Budi Fajar Sumarmo menambahkan, surat tersebut memang disebarkan guna mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia dengan tagline Nglarisi Produk UMKM Kota Magelang.

“Sasarannya tidak hanya OPD dan BUMN/BUMD, tapi juga instansi vertikal, Camat, dan Lurah. Selain nglarisi, juga kita kenalkan produk UMKM agar tidak kalah dari produk pabrik besar. Produk UMKM tak kalah enak, bahkan lebih bervariasi,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Covid Naik, Uji Coba PTM di Kota Magelang Disetop

Dia menjelaskan, gerakan ini didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang langsung menggandeng perbankan di Magelang. Hasilnya pun cukup menggembirakan, karena pemesanan yang langsung meningkat.

“Sampai saat ini total pemesanan sudah ada 69 pemesanan. Kami bantu marketing program ini, sehingga UMKM kita bangkit di tengah pandemi ini,” tuturnya.

Catur mengaku, ke depan pihaknya ingin membuat “Rumah Kemasan”. Program ini bertujuan membantu pelaku UMKM dalam upaya mempromosikan, pengemasan, dan marketing. Termasuk keinginan memiliki showroom UMKM yang memadai untuk transit para wisatawan.

“Ini mimpi kami ke depan, sehingga produk UMKM kita makin dikenal dan berkualitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum UMKM Mega Tidar Kota Magelang, Fathurrazaq menyebutkan, pihaknya merespons positif gerakan ini. Melalui kebijakan tersebut bisa membantu pelaku UMKM, terutama di masa pandemi ini.

“Gerakan ini bisa menambah omset pelaku UMKM yang di tengah masa pandemi ini sangat terdampak. Kami harap program ini dapat dilanjutkan setelah Lebaran, bentuknya bisa buat seragam ambil dari produk UMKM, pengadaan barang juga dari UMKM,” ungkapnya. (wid)