Klaster Ziarah di Purworejo, Sebabkan Satu Desa Di-Lockdown

JAGA KETAT. Satgas Desa Tlogobulu Kecamatan Kaligesing menjaga ketat jalan masuk utama desa dengan dibantu Babinsa dan Babinkamtibmas secara bergiliran selama 24 jam, kemarin. (istimewa)
JAGA KETAT. Satgas Desa Tlogobulu Kecamatan Kaligesing menjaga ketat jalan masuk utama desa dengan dibantu Babinsa dan Babinkamtibmas secara bergiliran selama 24 jam, kemarin. (istimewa)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Puluhan warga di Desa Tlogobulu Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo terpapar Covid-19. Akibatnya, pembatasan wilayah alias lockdown diberlakukan untuk mencegah munculnya kasus baru.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo, dr Tolkha Amaruddin SpTHT-KL, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, ada sebanyak 52 warga Desa Tlogobulu yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Awal mula diketahui karena salah satu warga meninggal dunia terpapar Covid-19. Kemudian kami melakukan tracing kontak erat kepada 73 warga, dan terdapat 52 warga Desa Tlogobulu terpapar posotif Covid-19,” kata dr Tolkha saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (1/5).

Camat Kaligesing, Hariyono menjelaskan, dari sebanyak 52 warga di 2 RT yang terpapar Covid-19, 49 orang di antaranya melakukan isolasi mandiri, dan 3 orang dirawat di rumah sakit. Untuk sementara Desa Tlogobulu tertutup untuk warga dari luar. Guna memenuhi kebutuhan hidup 44 kepala keluarga yang diisolasi mandiri, pihak pemerintah desa menyediakan logistik berupa beras, telur, susu, gula, teh dan mi instan.

“Kemarin kami lakukan lockdown, dan Pemerintah Desa mengaktifkan Satgas Desa dan Jogo Tonggo,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tlogobulu, Faizal Hidayat, menyebut bahwa warganya sebelum ramadan melakukan ziarah di luar kota dengan tidak meminta izin.

“Warga Dusun Krajan RT 01 RW 2 tersebut melakukan 2 kali ziarah, pertama sebanyak 25 orang dan kedua sebanyak 6 orang. Mereka pulang dari ziarah merasa meriang seperti orang pilek,” ujarnya.

Pasca ziarah tersebut, lanjutnya, 52 orang dinyatakan positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 49 melaksakan isolasi mandiri dan 3 dirawat di RSUD dr Tjitrowardojo.

“Pemdes juga memberikan bantuan ke warga yang positif berupa kebutuhan pokok sehari-hari serta obat-obatan diambil dari Dana Desa,” tandasnya. (top)