BPBD Rilis Alat Sensor Covid, Si Prokes

SI PROKES. Kepala BPBD Temanggung Dwi Sukarmei mencoba Si Prokes alat baru di kantor BPBD setempat, Kamis (29/4). ( foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres )
SI PROKES. Kepala BPBD Temanggung Dwi Sukarmei mencoba Si Prokes alat baru di kantor BPBD setempat, Kamis (29/4). ( foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres )

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Untuk memaksimalkan penekanan penyebaran Covid-19, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung merilis alat baru yakni Sistem Protokol Kesehatan (Si Prokes). Alat ini didesain secara otomatis agar masyarakat taat menjalankan prokotol kesehatan (prokes).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei mengatakan, alat ini murni hasil rekasaya dari anggota BPBD Temanggung, alat ini dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai.

“Sebagian besar dari alat ini menggunakan barang bekas yang sudah tidak terpakai, jadi biaya pembuatanya juga tidak mahal,” katanya, Kamis (29/4).

Dwi menjelaskan, alat ini memang didesain agar masyarakat menaati prokes, karena memang saat ini tidak sedikit masyarakat yang sudah mulai mengabaikannya.

“Alat mempermudah dalam penekanan disiplin prokes, tidak lagi butuh tenaga manusia yang kadang ada batasnya. Alat ini bisa dipasang selama 24 jam nonstop,” terangnya.

Dijelaskan, alat berupa bilik yang digunakan ini menggunakan sensor dipadu dengan alat pengukur suhu, detektor masker, sabun cuci tangan lengkap dengan wastafel, dan palang penutup. Dengan Si Prokes warga tidak mungkin lolos, sebab semua harus melewati bilik, baik ketika ada petugas maupun tidak.

Tahapan yang dilewati, sebelum masuk pengunjung wajib memakai masker, cek suhu tubuh dengan alat thermogun dan cuci tangan secara otomatis, setelah itu keluar bilik.

Alat ini dipasang di depan pintu masuk kantor sehingga bagi siapapun yang akan masuk ke depan kantor harus melalui alat ini. Jika sudah ada orang masuk maka sensor akan langsung bekerja dan jika tidak mengenakan masker maka palang pintu secara otomatis tidak akan terbuka.

“Kalau orangnya masuk tanpa masker maka palang pintu tidak akan terbuka, kedua ada alat cek suhu tubuh, apabila melebihi 37 derajat celcius, pintu juga tidak akan terbuka. Ketiga adalah cuci tangan pakai sabun, apabila tiga hal tersebut tidak dilakukan tentu Si Prokes tidak akan membuka secara otomatis,” katanya.

Ia berharap dengan adanya alat ini maka protokol kesehatan tetap dijalankan tidak mengenal waktu maupun tempat. Ide dasar dari pembuatan alat di Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 ini adalah penerapan teknologi untuk menekan laju paparan Covid-19.

“Kami harap ini bisa diadopsi di kantor-kantor lain di setiap OPD. Bahan pembuatannya tidak musti beli, tapi bisa memanfaatkan barang bekas seperti besi-besinya. Hanya kita beli sensornya,” terangnya. (set)