Talas Beneng, Diharapkan Menjadi Primadona Petani Wonosobo

PERDANA. Bupati Wonosobo melaksanakan penanaman perdana Talas Beneng di Desa Gadingsukuh dengan didampingi Koordinator Kelompok Substansi Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI Nasfirman Zul.
PERDANA. Bupati Wonosobo melaksanakan penanaman perdana Talas Beneng di Desa Gadingsukuh dengan didampingi Koordinator Kelompok Substansi Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI Nasfirman Zul.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Dengan kondisi tanah dan lingkungan yang mendukung, Wonosobo memiliki potensi untuk pengembangan komoditas unggulan. Salah satunya talas beneng. Bahkan kabupaten dingin ini diharapkan bisa menjadi pemasok terbesar komoditas tersebut.

“Kami harapkan talas beneng bisa menjadi komoditas unggulan Kabupaten Wonosobo dan diharapkan pula Wonosobo akan menjadi pemasok Talas Beneng terbesar di Jawa Tengah,” ungkap  Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Agus Wariyanto, pada penanaman perdana Talas Beneng di Desa Gading Sukuh Kecamatan Kepil, Rabu (28/4).

Menurutnya, talas beneng bisa menjadi komoditas alternatif unggulan selain kentang. Sebab bisa mendukung keanekaragaman pangan dan juga menjadi tanaman hias yang memiliki nilai ekonomis tinggi, sehingga bisa menjadi primadona petani Wonosobo.

“Kalau bicara tentang kentang, Wonosobo sudah tidak asing lagi. Tapi kali ini akan kita tanam Talas Beneng, yang tidak saja untuk keanekaragaman pangan, namun juga Tales ini juga bisa digunakan untuk tanaman hias yang memiliki nilai ekonomis dan bisa menjadi primadona petani Wonosobo,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan penanganan rawan pangan dan pengentasan kemiskinan di Wonosobo menjadi isu penting, mengingat Wonosobo merupakan kabupaten dengan predikat miskin di Jawa Tengah.

Kondisi ini masih memprihatinkan dan harus dilakukan perbaikan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya menjadi kabupaten yang terbebas dari predikat miskin. Oleh karenanya, peningkatan kesejahteraan dan perekonomian daerah menjadi salah satu prioritas dalam arah perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Wonosobo kedepan.

“Saya menyambut baik inisiasi Desa Gadingsukuh dalam melakukan penanaman talas beneng ini. Tanaman ini merupakan tanaman pangan yang mengandung protein, mineral, dan serat pangan yang relatif tinggi,” ucapnya.

Selain itu, talas beneng telah menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan. Talas beneng dapat diolah sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik, serta berbagai produk olahan makanan, seperti, keripik, kue, dan bahan dasar makanan lainnya.

“Hal ini membuktikan bahwa dengan pengolahan yang benar, talas beneng dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang menguntungkan,” ujarnya.

Pihaknya meminta kepada Kepala Desa, Kelompok Tani, dan masyarakat Desa Gadingsukuh, untuk mencari tahu perkembangan informasi seputar peningkatan mutu tanaman, pengolahan, dan pemasaran produk olahan talas beneng, sehingga kualitas tanaman dan produk dapat selalu ditingkatkan.

“Saya minta Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo agar dapat memberikan bimbingan dan pendampingan kepada masyarakat Desa Gadingsukuh, untuk mengelola potensi sumber daya alam desa ini. Utamanya di bidang pertanian dan pangan, serta dalam mengembangkan budidaya tanaman pangan yang baru dirintis ini,” katanya.

Bupati berharap petani mendapatkan pendampingan dari dinas teknis mulai dari produksi sampai dengan pemasarannya.

“Jika Talas Beneng sudah ada pihak yang akan bekerja sama dalam pemasarannya, maka komoditas lainnya perlu dicarikan solusi pemasarannya, seperti misalnya Porang,” pungkasnya. (gus)