Waspada! Klaster Kantor di Jakarta Meningkat

Pemerintah menyebut angka pasien terkonfirmasi COVID-19 mengalami peningkatan. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Selasa (27/4) terdapat penambahan 4.656 kasus positif COVID-19.
Pemerintah menyebut angka pasien terkonfirmasi COVID-19 mengalami peningkatan. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Selasa (27/4) terdapat penambahan 4.656 kasus positif COVID-19.

Angka Covid-19 Kembali Meningkat

MAGELANGEKSPRES.COM, JAKARTA – Angka penularan COVID-19 di DKI Jakarta kembali meningkat dalam dua pekan terakhir. Yang menjadi sorotan adalah klaster perkantoran.

“Tercatat pada 5-11 April 2021 terdapat 157 kasus positif COVID-19 di 78 perkantoran. Sementara pada 12-18 April 2021 jumlah positif COVID-19 meningkat jadi 425 kasus dari 177 perkantoran,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito di Jakarta, Selasa (27/4).

Jumlah tersebut berdasarkan data yang dirilis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kemunculan beberapa kasus positif di perkantoran, telah direspons Satgas COVID-19. Salah satunya mendorong Pemprov DKI Jakarta melakukan penutupan sementara operasional kantor.

Selama proses penutupan, seluruh area perkantoran dilakukan disinfeksi untuk membunuh virus yang mungkin tertinggal. Wiku juga meminta agar ada upaya testing dan tracing terhadap kontak erat agar penularan tidak meluas dan menimbulkan klaster baru.

“Optimalisasi Satgas COVID-19 yang sudah ada di perkantoran. Jika belum ada satgas di perkantoran tersebut, maka segera dibentuk. Jika sudah ada lakukan evaluasi kinerja,” jelasnya.

Terkait kapasitas instansi pada sektor perkantoran yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), diarahkan tetap mengacu pada instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2021. Yakni maksimal 50 persen untuk yang hadir secara fisik di kantor dengan pengetatan protokol kesehatan.

“Pemda juga segera mentranslasikan instruksi ini melalui aturan daerah sebagai dasar penegakan kebijakan yang jelas,” bebernya.

Angka kenaikan di DKI Jakarta dapat dijadikan pelajaran bagi daerah lain. “Sehingga daerah yang tidak menerapkan PPKM mohon segera atur secara jelas dalam perda demi menjalankan kehidupan sosial ekonomi yang jelas, namun aman COVID-19,” pungkasnya.

Pemerintah menyebut angka pasien terkonfirmasi COVID-19 mengalami peningkatan. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Selasa (27/4) terdapat penambahan 4.656 kasus positif COVID-19. Itu terjadi hanya selang waktu sehari. Total jumlah penderita Corona di Indonesia mencapai 1.651.794 orang.

Artikel Menarik Lainnya :  Tinjau Vaksinasi Massal di Bandung, Panglima TNI dan Kapolri Minta Warga Tetap Disiplin Prokes

“Provinsi Jawa Barat mencatatkan penambahan kasus positif COVID-19 terbanyak. Yakni 1.164 orang. Kemudian DKI Jakarta 393 orang dan Riau 383 orang,” Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Selasa (27/4).

Selain itu, penyintas COVID-19 juga bertambah. Yakni 4.884 orang. Jumlah keseluruhan penyintas adalah 1.506.599 orang. Sementara korban meninggal dunia dalam sehari sekitar 168 orang. Total keseluruhan 44.939 orang.

“Sampai saat ini terhitung ada 100.256 kasus aktif positif COVID-19. Adapun kasus aktif menurun 396 orang. Tenaga kesehatan juga telah memeriksa 76.621 spesimen dan terdapat 65.911 orang dinyatakan suspek,” papar Wiku.

 

Untuk mencegah bertambahnya kasus positif COVID-19, Satgas Penanganan COVID-19 melarang masyarakat mudik lebaran.(rh/fin)