Disdik Pastikan PTM 12 Sekolah Sesuai Aturan

PANTAU PTM - Tim Disdikbud Kota Tegal memantau pelaksanaan PTM di SMP Al Irsyad.(AGUS/Radar Tegal)
PANTAU PTM - Tim Disdikbud Kota Tegal memantau pelaksanaan PTM di SMP Al Irsyad.(AGUS/Radar Tegal)

MAGELANGEKSPRES.COM,TEGAL- Untuk memastikan pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap kedua sesuai dengan aturan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal meninjau 12 sekolah, Selasa (27/4).

Salah satunya SMP Al Irsyad. Di sekolah ini, Disdikbud melakukan pemantauan soal penerapan protokol kesehatan selama kegiatan belajar mengajar (KBM). Keduabelas sekolah tersebut menjadi percontohan.

”Untuk jenjang pendidikan SMP ada empat sekolah, yakni SMPN1, MTs Negeri, SMP Al Irsyad dan MTs Assalafiyah,” terang Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Tegal, Sarwono Singgih Primadi.

Kemudian jenjang pendidikan SMA ada delapan, yakni SMA Al Irsyad, SMK Muhammadiyah 1, MAN, SMA Pius, SMA Negeri 2, SMAN3, SMKN2 dan SMKN3.

Sarwono menyebutkan, ada dua sekolah yang masuk pemantauannya, yaitu SMPNI dan SMP Al Irsyad. Sementara sampai sekarang hasil tinjauan pada kedua sekolah itu bagus.

”Alhamdulillah, semua berlangsung sesuai protokol kesehatan. Namun untuk perbaikan tetap ada, itu untuk lebih menyempurnakan penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dari hasil pantauan, jumlah siswa yang datang ke sekolah dari dua sekolah itu berbeda. Untuk SMPN 1 karena sudah mengikuti ujicoba PTM sejak tahap pertama, maka jumlah siswa yang berangkat 220 orang. Namun di SMP Al Irsyad, jumlah siswa yang berangkat masih 110 orang.

”Pesan kami, agar sekolah terus mengingatkan anak didiknya tentang penerapan protokol kesehatan. Terutama menggunakan masker dan face shield atau pelindung wajah,” jelasnya.

Sementara, Kepala SMP Al Irsyad Tegal, Untung Supriyadi mengatakan, persiapan protokol kesehatan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

”Setiap kelas diberi hand sanitizer dan wastafel lengkap dengan sabun cair dan tisu. Kemudian setiap siswa juga diberi hand sanitizer dan masker,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Komunitas Penggemar Mobil Hyundai Atoz Lepas Anak Penyu Ke Pantai Goa Cemara

Untuk jaga jarak, ada 12 kelas yang digunakan. Masing-masing kelas diisi 10 sampai 15 siswa. Dia bersyukur PTM itu bisa menjadi “obat rindu” anak-anak yang sudah lama tidak masuk sekolah. Orangtua siswa juga ikut senang.

Untung mengatakan, protokol kesehatan diterapkan saat siswa pulang. Siswa pulang secara bergiliran setiap kelasnya. Mereka duduk dengan kursi berjarak di aula, sementara orangtua menunggu di depan sekolah.

”Siswa yang dipanggil namanya keluar dari aula dan diperbolehkan pulang dengan orangtuanya. Kami berharap orangtua ikut mendukung program sekolah dengan ikut memantau dan menasihati putra-putrinya agar disiplin protokol kesehatan,” katanya. (gus/wan)