Meski Pandemi, Tujuh Objek Wisata di Wonosobo Tetap Dipromosikan

Tuk Suci Bimolukar merupakan salah satu destinasi wisata yang terus dibenahi dan mulai digarap serius oleh pemerintah sebagai gerbang pintu masuk Dieng
WISATA. Tuk Suci Bimolukar merupakan salah satu destinasi wisata yang terus dibenahi dan mulai digarap serius oleh pemerintah sebagai gerbang pintu masuk Dieng

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Menghadapi libur lebaran di tengah pandemi tahun 2021, Disparbud Wonosobo tetap melakukan upaya promosi. Ada tujuh objek wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah. Pada liburan nanti akan dipantau secara ketat proses pelaksanaan protokol kesehatan.

“Ada tujuh objek wisata yang dikelola pemkab. Kita memperbolehkan aktivitas seperti biasa dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ungkap Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Endang Lisdiyaningsih.

Tujuh  objek wisata tersebut adalah Mangli, Pemandian Kalianget, Dieng Plateau, Gardu Pandang, Taman Syailendra, Telaga Menjer dan waduk wadaslintang. Namun dari tujuh objek wisata itu, dua diantaranya masih ditutup.

“Dua wisata air, yaitu Kalianget dan Mangli, masih ditutup, karena panduan protokol kesehatan di lokasi tersebut cukup susah diterapkan,” ucapnya.

Mengingat wisata yang masih dibuka, Bidang Promosi Disparbud Wonosobo tetap melakukan promosi untuk menjaga kestabilan informasi dan memberikan informasi terbaru mengenai kondisi wisata.

“Promosi harus tetap berjalan, untuk memberikan gambaran kepada masyarakat supaya kalau sudah waktunya sudah terbayang mau kemana,” ujarnya.

Endang menambahkan, promosi tersebut ditargetkan untuk menjaga kestabilan jumlah kunjungan tiap jam yang sama. Jumlah pengunjung di masa pandemi adalah 30% dari kuota yang ada.

“Misal kapasitas pada jam yang sama 100 orang, maka maksimal pengunjung 30 orang karena 30% dari 100,” tambah Endang.

Bentuk promosi yang dilakukan Disparbud adalah dengan menampilkan di berbagai media sosial, memasang baliho-baliho, dan juga membuat aplikasi Jelajah Wonosobo. Endang berharap dengan adanya aplikasi Jelajah Wonosobo dapat memudahkan wisatawan mengupdate informasi wisata Wonosobo.

“Mulai dari tempat wisata, informasi hotel, sampai tarif hotel ada di Aplikasi Jelajah Wonosobo. Tentunya kami akan terus meng-update aplikasi tersebut untuk memudahkan wisatawan,” terangnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Satgas Covid-19 Kabupaten Wonosobo Gelar Operasi Jam Malam, Sasar Tempat Hiburan dan Lokasi Nongkrong

Endang mewajibkan kesadaran kesehatan harus dilakukan dari kedua belah pihak, baik dari pengunjung maupun pengelola wisata. Dari pengunjung harus wajib memperhatikan Protokol kesehatan (Prokes), dari pengelola juga harus menyediakan Prokes yang mewadahi.

“Harapannya kita berangkat sehat, pulang berwisata juga sehat baik pengunjungnya atau pengelola, promosi yang paling efektif di masa pandemi adalah adanya jaminan pelayanan dan kesehatan yang baik kepada wisatawan,” pungkasnya. (gus)