Waspadai Sindrom Pernafasan Pasca Covid 19

DIALOG. Dokter spesialis paru, dr. Prima Karita Sari, SpP MKes dan perawat holistik, Sari Palupi, SKep Ns dari Balkesmas Wilayah Magelang saat menjelaskan Sindrom Pernafasan di sebuah radio.

MAGELANGEKSPRES.MAGELANG –Pandemi Covid- 19 sudah berjalan satu tahun, dan sepertinya masih belum ada tanda-tanda pandemi akan segera berakhir. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan semua unsur masyarakat, termasuk saat ini sedang berlangsung program vaksinasi dari pemerintah untuk seluruh warga Indonesia. Pandemi ini telah memakan banyak korban baik masyarakat umum maupun para tenaga kesehatan yang berjuang jiwa dan raga untuk melawan pandemic Covid-19 ini.

Di balik semua cerita yang ada, ternyata masih ada masalah kesehatan yang harus diwaspadai Covid-19 menyisakan beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, khususnya bagi mantan penderita Covid- 19, yaitu Sindrom Pernafasan Pasca Covid 19. Sindrom Pernafasan Pasca Covid 19. Dokter spesialis paru, dr. Prima Karita Sari, SpP MKes dan perawat holistik, Sari Palupi, SKep Ns dari Balkesmas Wilayah Magelang mengutarakan tentang Sindrom Pernafasan Pasca Covid-19, Jumat (23/4).

Dokter Prima Karita Sari, SpP MKes menjelaskan, sindrom ini terjadi pada seseorang yang pernah terkena Covid- 19, dan akan mengalami gejala pernafasan yang terus berlangsung meskipun Covid-nya sudah sembuh. Dijelaskan pula bahwa keluhan akan berlangsung hingga 4 minggu, meskipun hasil swab sudah negatif dan sudah sembuh. Keluhan yang muncul biasanya masih ada batuk, berdahak, masih sesak nafas, lemas, pusing, berat di dada. “Namun tiap orang akan muncul keluhan yang berbeda-beda, ada yang merasakan keluhan selama 4 minggu, bahkan ada yang hingga 8 minggu masih merasakan keluhan tersebut. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan ulang, untuk mengetahui apakah terjadi re-infeksi pada pasien tersebut,” jelasnya.
Ditambahkan, agar kita tidak mengalami sindrom pernafasan tersebut, tentunya harus bisa menjaga diri agar tidak terkena Covid-19. “Terapkan protokol kesehatan dimana saja, tidak hanya di luar rumah namun di dalam rumah juga perlu selalu menerapkan protokol kesehatan. Jadikan protokol kesehatan sebagai kebutuhan bukan hanya keharusan. Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala-gejala yang mengarah ke sindrom pernafasan pasca Covid-19, untuk memastikan diagnosis yang cepat dan tepat,” tambahnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Ingin Gelar Hajatan? Ini Petujuk dari Satpol PP Kota Magelang

Sementara menurut Sari Palupi, S.Kep, Ns, ada beberapa upaya kesehatan yang dapat dilakukan, antara lain; menerapkan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ) dengan cara CERDIK, yaitu : Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin olah raga, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stress. Selain itu, tetap menjalakan protokol kesehatan dengan 3M dan 3T. “Penjelasan 3M adalah mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. 3T adalah Testing, Tracing, dan Treatment,” tuturnya. (hen)