Tangkal Terorisme, Generasi Muda Perlu Tumbuhkan Empat Kecerdasan

MILENIAL. Polres Wonosobo gandeng kalangan milenal menggelar fokus group diskusi bertemakan Peran Generasi muda dalam menangkal gerakan terorisme, radikalisme dan intoleransi.

MAGELANGEKSPRES.WONOSOBO- generasi muda memiliki peran signifikan dalam menangkal paham terorisme, radikalisme dan intoleransi. Terkait hal tersebut, maka generasi muda perlu dibekali pemahaman yang kritis, cerdas dan mampu memilah informasi.

“Generasi muda, kalangan milenial memiliki peran signifikan dalam menangkal paham terorisme, radikalisme dan intoleransi. Maka mereka harus menumbuhkan empat kecerdasan,” ungkap Motivator milenial, Kiai Abdullah Maksum kemarin.

Polres Wonosobo Gandeng kalangan milenial menggelar fokus grup diskusi bertemakan peran generasi muda dalam menangkal gerakan terorisme, radikalisme dan intoleransi. Kegiatan tersebut diikuti 40 orang peserta dari BEM Unsiq, STIKES Muhammadiyah, SMAN 1, Gusdurian, Mafindo, Milenial lintas agama (Hindu, Budha, Katolik, Kristen, Kepercayaan), dan santri.

Baca Juga
Lima Remaja Diancam 20 Tahun Bui, Diduga Memproduksi Petasan dan Jual Beli Obat Petasan

Menurut Kiai Maksum empat kecerdasan yang harus dimiliki generasi milenial diantaranya kecerdasan intelektual, kecerdasan finansial, kecerdasan sosial, dan kecerdasan spiritual.

Kecerdasan Intelektual penting agar generasi muda selalu berpikir kritis utamanya terkait banjir informasi yg didapat dari internet (medsos) agar tidak terpapar ujaran kebencian, hoax, dan berita yang tak jelas sumbernya.

Kecerdasan Finansial penting agar generasi muda kelak nantinya tak gampang diiming-imingi duit untuk imbalan melakukan aksi-aksi terorisme (kekerasan). Kecerdasan Sosial penting agar generasi muda belajar peduli terhadap persoalan sosial yg ada di lingkungannya tanpa melihat perbedaan keyakinan dan kelas sosial.

“Sedangkan kecerdasan spiritual penting agar generasi muda punya pedoman keimanan yg teguh di tengah gempuran radikalisme yang kerap memanfaatkan sentimen agama untuk melakukan tindakan intoleransi dan kekerasan,” imbuhnya.

Sementara Astin Meiningsih  dari Mafindo, mengemukakan bahwa generasi muda, kalangan milenial untuk lebih kritis dan cerdas dalam aktivitas bermedsos dengan salah satunya mampu memilah dan memilih informasi menyesatkan sarat hate speech, hoaks, dan pelintiran, serta framing.

Artikel Menarik Lainnya :  Lonjakan Covid-19 di Wonosobo Capai 1600 Kasus

“Generasi muda yang akrab dengan internet harus jadi garda terdepan menyebarkan informasi sehat, positif, dan konstruktif, sekaligus jadi penangkal paparan-paparan terorisme, radikalisme, dan intoleransi, yang disebarkan lewat smartphone,” katanya.

Menurutnya, media sosial selama ini menjadi alat yang paling efektif untuk menyebarkan propaganda paham-paham terorisme,intoleransi  dan radikalisme. Sehingga penting bagi kalangan muda untuk memahami kondisi tersebut.

“Jangan mau menjadi alat bagi kepentingan kelompok terorisme dan intoleran dalam menyebarkan informasi bohong dan tidak benar. Maka, harus senantiasa dibangun sikap kritis, termasuk dalam menerima dan menyebarkan informasi,” pungkasnya. (gus)