Lima Remaja Diancam 20 Tahun Bui, Diduga Memproduksi Petasan dan Jual Beli Obat Petasan

MERCON. Polres Wonosobo gelar kasus jual beli obat mercon atau petasan, dari para tersangka polisi amankan 23 kg obat mercon.

MAGELANGEKSPRES.WONOSOBO – Sebanyak lima remaja di Wonosobo berumur belasan tahun, harus berurusan dengan hukum. Mereka diduga kuat memproduksi petasan sekaligus jual beli obat mercon. Dari tangan para  tersangka, polisi amankan 23 kilogram obat mercon.

“Anggota Polres Wonosobo menyita 13 kilogram bahan peledak pembuat petasan di dua kecamatan di Wonosobo. Yakni 3 kilogram di Kecamatan Kertek, dan 10 kilogram di Desa Krasak Kecamatan Selomerto,” ungkap Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Mohammad Zazid saat jumpa pers, Kamis (22/4).

Menurutnya, untuk yang di Kertek, ada 3 kilogram dan 3 pelaku dengan 1 anak di bawah umur. Dan yang di Selomerto, ditemukan 10 kilogram bahan peledak pembuat petasan dengan 2 pelaku. Satu diantaranya juga masih di bawah umur.

Barang bukti berupa bahan peledak akan segera dimusnahkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Namun sebagian akan dibawa ke laboratorium Polri untuk meneliti jenis bahan peledak tersebut.

“Ini nanti akan kami musnahkan karena berbahaya. Hanya memang kami menyisakan sedikit untuk dibawa ke laboratorium Polri untuk melihat lebih jauh jenis bahan peledak ini,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam hukuman 20 tahun penjara hingga hukuman mati. Hanya saat ini, lantaran sebagian masih di bawah umur, sehingga tidak dilakukan penahanan.

Baca Juga
Diposting di FB, Peralatan Panahan Karya Triyono Mulai Banyak Peminatnya

“Karena masih di bawah umur, tidak dilakukan penahanan. Nanti juga akan ada pendampingan. Untuk ancamannya, berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1961 pasal 1, ancaman hukumannya bisa sampai hukuman mati atau 20 tahun,” jelasnya.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan daerah lain perihal pembuatan bahan peledak tersebut. Sebab, dari dua kasus ini semuanya membeli dari luar daerah yaitu membeli dari Purworejo dan Yogyakarta.

Artikel Menarik Lainnya :  Masuk Zona Merah, Satu Sekolah di Wonosobo Gagal Gelar PTM

“ Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akan berkoordinasi dengan daerah lain,” lanjutnya

Berdasarkan keterangan pelaku, harga bahan peledak ini dibeli dengan harga Rp170 ribu per kilogram. Nantinya, barang tersebut kembali dijual dengan harga Rp250 ribu per kilogram, obat mercon tersebut ada yang sudah terjual sebanyak 5 kg. (gus)