Harga Pangan Naik, Harga Gabah Kering di Temanggung Ikut Naik

MEMISAHKAN. Salah seorang petani sedang memisahkan gabah yang isi dengan yang tidak dengan cara manual.

MAGELANGEKSPRES.TEMANGGUNG – Naiknya permintaan pangan di awal bulan Ramadan ini berimbas pada kenaikan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Petani berharap kenaikan harga gabah bisa terus terjadi hingga perayaan Idul Fitri mendatang.

Danur salah satu petani asal Kecamatan Tembarak menuturkan, sebelumnya saat panen raya bulan Februari lalu, harga jual gabah turun drastis, saat itu GKP hanya laku terjual Rp3.700 per kilogramnya.

“Mulai dari awal panen raya hingga akhir panen raya lalu harganya tidak mengalami perubahan yang berarti,” tuturnya, Kamis (22/4).

Menurutnya, sejak menjelang bulan Ramadan lalu ada kenaikan harga GKP, karena setiap menjelang Ramadan kebutuhan akan bahan pokok selalu mengalami kenaikan, sehingga menguntungkan petani karena harga menjadi naik.

Ia mengaku sangat beruntung, sebab hasil panen di awal tahun lalu sama sekali belum dijual, sehingga saat ini gabah miliknya bisa laku terjual dengan harga yang pantas.

“Saya masih punya stok gabah, jadi panen awal tahun 2021 baru saya jual di awal bulan lalu,” tuturnya.

Baca juga
Ancaman Denda 500 Juta Masih Berlaku, Warga Diimbau Tak Terbangkan Balon Udara

Sementara itu Juwono petani lainnya menuturkan, saat ini harga jual gabah kering panen mencapai Rp4.300 per kilogram, namun jika kualitas gabah semakin bagus harganya bisa mencapai Rp4.500 per kilogram.

“Harga gabah jenis IR 64 yang harganya paling bagus, antara Rp4.400 sampai Rp4.500 per kilogram,” katanya.

Harga jual GKP saat ini naik dibanding sebelumnya dari harga normal Rp4.600, namun harganya sempat murah sekali yakni Rp3.700 per kilogram tepat sepekan sebelum Bulan Ramadan.

“Beruntung bagi petani yang baru saja menjual hasil panennya,” tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Usai Isi BBM, Angkot Ludes Terbakar

Sedangkan Saekhu salah satu pengusaha penggilingan padi menuturkan, saat ini pasokan gabah dari petani sudah mulai banyak, terutama dari daerah Magelang, Wonosobo, Purworejo dan Temanggung.

“Dalam satu minggu paling tidak ada 3 ton gabah siap giling, rata-rata dari Magelang dan Purworejo, Temanggung panennya tidak begitu banyak,” terangnya.

Ia berharap, ke depan cuacanya bisa semakin bagus dan cocok untuk menjemur gabah, sehingga produksi beras tidak terganggu.

“Tergantung penjemuran saja, kalau terik mataharinya bagus dalam waktu tiga sampai empat hari sudah siap giling,” katanya. (set)