Adi Puguh, Pengusaha Asal Magelang Sukses Bawa Brand GDCK

PENGUSAHA MUDA. Adi Puguh (tengah), owner GDCK, pengusaha asal Magelang yang produknya justru terkenal di kota-kota besar.

MAGELANGEKSPRES.MAGELANG – Adi Puguh, membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih dengan kerja keras. Di usianya masih tergolong muda, dia sukses menjadi owner brand ”GDCK” yang sebenarnya lebih ‘ngetop’ di kota-kota besar. Adi sendiri adalah warga asal Kedungsari, Magelang Utara, Kota Magelang.

Ditemui di Senopati Kopi, Kota Magelang, Adi mengaku melakoni bisnis berbagai jenis dengan brand GDCK ini sejak tahun 2013 lalu. Kala itu, dia masih berstatus sebagai pelajar SMP.

”Sering nongkrong bareng temen, lalu tercetus ide, gimana kalau membuat nama tapi brand itu segmennya lebih luas,” kata Adi.

Hingga 8 tahun berjalan, beberapa produk pun sudah diciptakan. Seperti fashion, asesoris, hingga kuliner kopi.

Jenis fashion GDCK sendiri, lanjutnya, telah memiliki beberapa koleksi seperti kaos, kemeja, dan sweater. Merk GDCK, memang banyak dipakai kalangan remaja dan mahasiswa karena desainnya yang unik.

”Tapi belum banyak yang tahu kalau GDCK ini asalnya adalah Magelang. Kami ingin jadi bagian untuk mempopulerkan Magelang lewat karya-karya kami. Karena itu juga, kami membaut tempat produksi di Kedungsari, tidak di kota lain,” jelasnya,

Adi mengaku bahwa kunci sukses berbisnis adalah bertahan apapun kondisinya. Menurutnya, mempertahankan ciri khas dan kualitas merupakan strategi jitu guna memperluas jangkauan bisnis. Strategi ini bahkan mampu membuat GDCK tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

”Tahun ini merupakan tahun sulit bagi hampir seluruh pebisnis. Pandemi Covid-19 cukup mempengaruhi berbagai sektor bisnis, karena orang-orang lebih fokus kepada kesehatan dan kebutuhan pokok. Tapi dengan pangsa pasar digital dan marketplace, itu bisa diatasi,” tutur Adi.

Mempertahankan ciri khas dan kualitas sebuah produk juga akan teruji dalam tren yang berkembang. Menurut Adi, GDCK yang memiliki ciri khas, tetap bisa diterima para konsumen setia meskipun tren terus berganti.

Artikel Menarik Lainnya :  Ekspresikan Kampung Pancasila di Tugu Nol Kilometer Kota Magelang

”Alasan kami mengangkat stupa Borobudur ini karena ini ciri khasnya. Orang tahu kalau Borobudur ya sudah pasti itu Magelang. Pertahankan kualitas dan brand, jangan sampai karena produk kita sudah dikenal banyak orang, tapi justru menurun kualitasnya, agar kita tetap ada di hati para konsumen,” ungkapnya. (wid)