Pemkab Temanggung Mulai Budidayakan Bawang Merah, Terutama di Kawasan Pegunungan

BAWANG MERAH. Salah satu pekerja sedang merapikan bawang merah di Pasar Parakan. 

MAGELANGEKSPRES.TEMANGGUNG – Selain bawang putih, saat ini Pemerintah Kabupaten Temanggung tengah berusaha mengembangkan bawang merah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, petani di Kabuapten Temanggung sudah mulai membudidayakan bawang merah, terutama petani di daerah pegunungan.

“Bawang merah sangat cocok ditanam di lahan ketinggian, daerah-daerah yang berada di lereng SIndoro, Sumbing dan Prau sangat cocok untuk ditanami bawang merah,” katanya, kemarin.

Menurut Joko, pemerintah sangat mendorong kepada petani untuk semakin mengembangkan bawang merah. Selain karena kondisi geografis Kabupaten Temanggung yang sangat cocok dan mendukung, juga cara budidaya bawang merah ini lebih mudah jika dibandingkan dengan tanaman jenis lainnya.

“Sangat cocok di Kecamatan Kledung, Bansari, Tretep, Tlogomulyo dan kecamatan-kecamatan lain yang berada di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing serta Prau,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini secara mandiri petani sudah mulai membudidayakan bawang merah, bahkan luasan tanaman bawang merah di seluruh Temanggung sudah mencapai 1.320 hektar.

Hal ini kata Joko, menunjukkan adanya ketertarikan dan keinginan dari petani untuk mengembangkan komoditas bumbu dapur ini. Selain cara membudidayakannya yang lebih mudah juga karena menjualnya pun tidak susah.

“Terhitung lebih mudah jika dibandingkan dengan tanaman lain seperti cabai dan yang lainnya,” tuturnya.

Dari luasan tanaman bawang merah yang mencapai lebih dari seribu hektar ini, seluas 439 hektar tanaman bawang merah berada di Kecamatan Kledung. Selain Kecamatan Kledung, Kecamatan Tretep, Tlogomulyo, Selopampang dan Bansari sangat potensial ditanami bawang merah.

Terpisah Jumari (45) salah satu petani bawang merah di Desa Tuksari Kecamatan Kledung menuturkan, bawang merah selama ini memang sudah menjadi bagian dari pertanian di desanya. Setelah panen raya tembakau petani biasanya lebih memilih tanam bawang merah.

Artikel Menarik Lainnya :  50 Penyandang Disabilitas di Temanggung Ikuti Pelatihan Vokasional

“Kalau benihnya memang cukup mahal, apalagi saat musim tanam bisa mencapai Rp30 ribu per kilogram,” tuturnya.

Namun katanya, menanam bawang merah tidak terlalu banyak biaya yang harus dikeluarkan, sehingga biaya tanam jauh lebih murah. Penjualan bawang merah juga lebih mudah, harga tergantung dari kondisi.

“Jika sedang beruntung dan bagus, satu kilogram bisa menghasilkan empat sampai lima kilogram. Rata-rata harga antara Rp9 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, itu untuk harga bawang merah basah,” tuturnya. (set)