Terancam Tak Ikut Pra Porprov 2021

KONI. Audiensi Bupati Wonosobo dan Rapat Koordinasi Seluruh Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabang Olahraga (Cabor) dan pengurus KONI Wonosobo bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo berlangsung di Pendopo Bupati Wonosobo.

MAGELANGEKSPRES.WONOSOBO- Anggaran untuk kegiatan cabor di bawah naungan KONI Wonosobo diklaim terkecil di Jawa Tengah (Jateng) pada tahun 2021 total anggaran yang dialokasikan untuk 37 cabor sebesar Rp500 juta. Terkait hal itu Wonosobo terancam tidak bisa ikut Pra Porprov 2021.

“Anggaran 2021 yang ada, baru mampu membiayai sekitar 20% kebutuhan selama setahun kedepan. Jika tidak ada perubahan dan penambahan anggaran, kemungkinan Wonosobo tidak bisa mengikuti pra maupun porprov,” ungkap Ketua KONI Wonosobo, M Khozin, usai gelar rakor cabor dan Pengurus KONI serta audiensi dengan bupati di Pendopo Bupati.

Menurutnya, anggaran hanya Rp500 juta untuk seluruh cabor yang total sampai hari ini sudah ada 37 cabang olahraga. Padahal terkait agenda terdekat pada tahun 2021-2022 yaitu prakualifikasi porprov dan porprov. Dalam rincian anggaran, KONI Wonosobo menyampaikan anggaran 2021 yang ada, baru mampu membiayai sekitar 20% kebutuhan selama setahun kedepan.

“Karena anggaran minimal baru tersedia 20%. Biaya akan membengkak pada kegiatan pra-porprov yang diperuntukan pada anggaran binpres, cabor, kontrak pelatih dan atlet unggulan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora, M Kristijadi, mengemukakan urusan pemuda dan olahraga memang masih menjadi kewenangan OPD yang ia pimpin. Pihaknya siap kedepan untuk mengusahakan anggaran KONI bisa lebih ideal.

Baca Juga
Jembatan Kali Prupuk Ambrol

“Selama ini ada yang perlu dievaluasi terkait beberapa hal, teknis maupun non teknis. Terkait anggaran, kedepan kita akan bersama-sama mengusahakan supaya anggaran KONI lebih ideal. Terlebih dalam pengurus yang baru mampu mempertanggung jawabkan dan menyelesaikan laporan dengan baik,” katanya.

Dijelaskan, bahwa seluruh anggaran memang dipangkas, lalu dialihkan masuk refocusing, termasuk untuk kegiatan pemuda dan olahraga. Namun kedepan perlu ada upaya yang lebih jelas, serta pola koordinasi yang lebih kuat antara KONI dengan Dikpora.

Artikel Menarik Lainnya :  Pencuri Spesialis Toko Beraksi, Gondol 2 Laptop dan 10 Slop Rokok

“Pertemuan atau rakor cabor dengan menghadirkan Dikpora, diinisiasi oleh KONI dalam bentuk rapat anggota tahunan, menjadi pertanda baik, kedepan akan lebih sinergi,” ucapnya.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengaku siap mengakomodir seluruh masukan dari para cabor. Dengan menerima hasil rapat koordinasi tersebut, tentunya dengan skala prioritas yang ada.

“Banyak sekali masukan untuk kemajuan olahraga di Wonosobo, terkait persoalan yang muncul nanti akan dicarikan jalan keluar bersama, tentunya dengan skala prioritas,” pungkasnya. (gus)