Siap Gelar PTM, Lima Sekolah Dipantau Bupati

MONITOR. Bupati bersama Wakil Bupati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Dikpora, serta Plt Kepala Dinas Kesehatan beserta Instansi terkait lainnya, gelar monitoring sekolah jelang ujian tatap muka

MAGELANGEKSPRES.WONOSOBO– Jelang ujian sekolah yang akan dilaksanakan secara tatap muka, sebanyak lima sekolah dipantau langsung oleh bupati dan wabup kemarin. Pantauannya difokuskan pada teknis pelaksanaan protokol kesehatan.
“Kita cek dari sisi kesiapan sarprasnya, para gurunya, anak didiknya dan mekanisme pelaksanaanya, sehingga pada saatnya nanti pemberlakuan protokol kesehatan bisa disiapkan secara matang serta benar-benar dilakukan sesuai prosedur,” ungkap Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.
Bupati bersama Wakil Bupati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Dikpora, serta Plt Kepala Dinas Kesehatan beserta Instansi terkait lainnya
Menurutnya, pantauan di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Wonosobo untuk mengetahui sejauhmana persiapan yang telah dilakukan, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi covid-19.
Dari kunjungan yang dilakukan sejumlah tempat, Bupati menyatakan bahwa secara garis besar mayoritas sekolah sudah siap melaksanakan ujian secara tatap muka, dengan penerapan prokes yang ketat. Sembari berharap dari sisa waktu yang masih ada agar pihak sekolah segera melakukan perbaikan dan melengkapi serta mengikuti apa yang disarankan tim pemantauan.

Baca Juga
Peserta PKH yang Mundur Sudah Memenuhi Syarat

“Secara garis besar sekolah sudah siap untuk melaksanakan ujian tatap muka dengan penerapan prokes yang ketat, mayoritas sudah cukup ready. Namun, apabila nanti dalam prosesnya masih ada waktu dan atas saran-saran dari tim, untuk segera dilakukan perbaikan-perbaikan, untuk segera dilengkapi dan diikuti demi kelancaran kegiatan serta kebaikan kedepanya,” katanya.
Sementara itu Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar menambahkan, dari pantauan yang dilakukan semuanya berjalan tertib. Namun ia menekankan, bukan hanya kepada anak didik saja akan tetapi kepada para gurunya yang harus lebih dipantau, supaya tetap melaksanakan prokes dengan ketat pula. Agar proses dan kegiatan nantinya tetap berjalan lancar dan sukses tanpa ekses.
“Dari yang kita lihat tadi, semua insyaAllah berjalan tertib, namun seperti yang selalu ditekankan olah Gubernur adalah bukan siswanya tapi gurunya, yang harus lebih dipantau terus, supaya melaksanakan prokes dengan sangat ketat. Seperti saat webinar dengan Presiden juga sama, intinya bahwa prokes ini menjadi penekanan khusus, agar semua kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses tanpa ekses,” tegasnya.
Pemkab berkomitmen apabila dalam perjalanan nanti ada pelanggaran yang ditemukan, tidak segan-segan untuk menghentikan kegiatan tersebut, karena tidak menginginkan ada timbul kluster baru lagi, yang mana kondisi Wonosobo yang saat ini sudah mulai membaik.
“Jika dalam pelaksanaanya nanti ada pelanggaran prokes langsung akan kami hentikan, yang jelas kami tidak ingin ada kluster baru lagi di Wonosobo, mengingat kondisi yang sudah baik ini, sehingga covid-19 akan semakin hilang dan tidak muncul lagi karena adanya kegiatan tertentu,” ujarnya.
Sejumlah sekolah yang dikunjungi untuk dipantau meliputi, SD MBF Al Azkiya Wonosobo, SD Negeri 10 Wonosobo, SMP Negeri 2 Wonosobo, SMP Negeri 1 Wonosobo, SD Al Madina Wonosobo, SD Negeri 1 Kalibeber, SD Negeri 1 Garung, SMP Negeri 1 Garung. (gus)

Artikel Menarik Lainnya :  Stop Dispensasi Nikah di bawah Umur