Angka Konsumsi Ikan di Wonosobo Masih di Bawah Standar Nasional

Penyerahan paket Gemarikan dihadiri baik oleh Anggota DPR RI Komisi IV I. Panggah Susanto diwakili Tjatur Prijo Usodo didampingi oleh wakil dari Direktorat Pemasaran, Ditjen PDSPK KKP, DKP Jateng dan Dispaperkan Wonosobo di Balai Desa Tanjunganom Kepil.
GEMARIKA. Penyerahan paket Gemarikan dihadiri baik oleh Anggota DPR RI Komisi IV I. Panggah Susanto diwakili Tjatur Prijo Usodo didampingi oleh wakil dari Direktorat Pemasaran, Ditjen PDSPK KKP, DKP Jateng dan Dispaperkan Wonosobo di Balai Desa Tanjunganom Kepil.

MAGELANGEKSPRES.WONOSOBO- Masyarakat Wonosobo diminta untuk memberikan konsumsi ikan atau makanan olahan berbahan dasar ikan bagi anak sejak 1000 pertama kelahiran. Konsumsi ikan dianggap mampu mengurangi tingginya kasus stunting dan mampu membentuk generasi masa depan yang lebih cerdas serta sehat.
“Ikan merupakan salah satu sumber pangan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting khususnya peningkatan kecerdasan karena ikan mengandung protein tinggi dan Omega-3,” ungkap Jaya Wijaya yang hadir mewakili Direktur Pemasaran, Ditjen PDSPKP, kemarin
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) yang bermitra dengan Komisi IV DPR RI, meluncurkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN). Program ini akan menyasar 112 kabupaten/kota yang tersebar 21 provinsi di Indonesia. Salah satu program tersebut diberikan di Kabupaten Wonosobo.
Menurutnya, kandungan gizi pada ikan yang lengkap juga memiliki peran penting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), utamanya membantu perkembangan mata dan jaringan otak anak anak dibawah usia dua tahun (Baduta), serta menjadi asupan gizi bagi remaja usia produktif dan para lanjut usia.
Ikan juga mengandung vitamin dan mineral yang membantu pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh dan imunitas. Dengan mengkonsumsi ikan kita harapkan akan lahir generasi yang sehat, kuat dan cerdas.
“Sasaran kita 56 ribu orang yang terdiri kelompok target penanganan stunting yaitu ibu hamil atau menyusui, anak balita dan remaja putri usia produktif, dan masyarakat rawan gizi lainnya,” katanya.
Wijaya menyampaikan bahwa ikan menjadi salah satu sumber asupan pangan kaya protein dan Omega 3. Karenanya, ikan sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting.
Selain itu, dia menyebut Safari Gemarikan di daerah menjadi langkah pemerintah untuk mengedukasi sekaligus meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) nasional. Berdasarkan data SUSENAS 2019, AKI Provinsi Jawa Tengah sebesar 35,99 kg/kapita setara ikan utuh segar.
“Berdasarkan data tersebut, AKI Provinsi Jawa Tengah masih jauh dibawah AKI Nasional sebesar 54,50 kg/kapita setara ikan utuh segar,” bebernya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IV Ir Panggah Susanto yang diwakili Tjatur Prijo Usodo mengemukakan bahwa keterbukaan, sinergi dan koordinasi seluruh pihak terkait dari hulu – hilir, diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus usaha pengolahan dan pemasaran produk perikanan, terutama produk yang dapat diproduksi di wilayah Wonosobo.
“Harapannya, ikan dapat menjadi sebagai sumber protein untuk membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Total, sebanyak 500 paket berisi olahan ikan seperti ikan nila, lele bumbu siap masak, teri kripsi, pempek ikan yang diambil dari UMKM setempat dibagikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria di Kabupaten Wonosobo khususnya Kecamatan Kepil dan Kecamatan Sapuran. (gus)

Artikel Menarik Lainnya :  Masuk Zona Merah, Satu Sekolah di Wonosobo Gagal Gelar PTM