Polhut Disiapkan Antisipasi Bencana dan Pembalakan Liar

Personel Polhut Perhutani KPH Kedu Selatan menjalani Pelatihan Kompetensi dan Penyegaran Bersama Polres Purworejo di Polres Purworejo
PELATIHAN. Personel Polhut Perhutani KPH Kedu Selatan menjalani  Pelatihan Kompetensi dan Penyegaran Bersama Polres Purworejo di Polres Purworejo,

MAGELANGEKSPRES.PURWOREJO – Dilihat secara geografis, topografi 70 persen wilayah Kedu Selatan meliputi dataran tinggi atau pegunungan, dengan karakter tanah yang berbeda-beda. Vegetasi tanaman hutan didominasi jenis pinus yang saat musim penghujan rentan longsor dan saat kemarau rentan kebakaran hutan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito SIK SH MSi, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakapolres, Kompol Asep Supriyanto SSos MH, saat membuka Pelatihan Kompetensi dan Penyegaran Polisi Kehutanan (Polhut) Perhutani KPH Kedua Selatan Bersama Polres Purworejo Tahun 2021, Selasa (6/4). Pembukaan berlangsung di Auditorium Polres Purworejo dihadiri Administratur/KKPH Kedu Selatan, Komarudin SHut, dan Wakil Administratur/KSKPH Kedu Selatan, Antoni Alfritsh T SHut, berikut jajaran Polres dan KPH Kedu Selatan.

“Dengan pelatihan dan penyegaran ini harapannya bisa meningkatkan kerja sama serta memberikan gambaran cara bertindak ketika terjadi bencana alam termasuk illegal logging (pembalakan liar, red) serta tindak pidana lain yang terjadi di lingkungan hutan,” ungkapnya.

Menurutnya, cuaca akhir-akhir ini juga semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut harus mendapat perhatian khusus sebagai upaya meminimalisasi terjadinya bencana alam yang disebabkan faktor alam atau nonalam. Mengantisipasi timbulnya kerugian materiil maupun korban jiwa akibat bencana.

“Kita juga harus mengambil peran dalam menghadapi pandemi Covid-19  yang melanda di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia. Pandemi berdampak terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat, itu juga menjadi bentuk ancaman yang nyata. Ambil peran untuk memutus mata rantai penyebaran, berikan contoh menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” terangnya.

Administratur/KKPH Kedu Selatan, Komarudin SHut, menyebut Polhut sebagai kepolisian khusus yang dibentuk Polri atau menjadi binaan Polri, memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) tertentu. Polhut merupakan pejabat dalam lingkup instansi kehutanan pusat maupun daerah.

“Tupoksi kami menyelenggarakan dan atau melaksanakan usaha perlindungan hutan, sesuai UU kami diberikan wewenang khusus dibidang kehutanan dan perlindungan hayati dan ekosistem dalam satu kesatuan komando,” sebutnya.

Dijelaskan, ada faktor eksternal dan internal atau faktor alam saat bertugas di lapangan. KPH Kedu Selatan harus mengelola lahan seluas 44.000 hektare, tidak hanya menjaga hutan, melainkan juga menjaga kelestarian lingkungan dan perlindungan wilayah sekitarnya. Saat musim penghujan gangguan yang dihadapi yakni banjir dan longsor, sedangkan ketika musim kemarau berupa kebakaran hutan dan lahan.

Kebakaran hutan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Polhut selalu diminta siap siaga setiap pergantian musim, mencegah dan mengendalikan bahaya kebakaran hutan. Pasalnya, kebakaran hutan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga akan berdampak secara lokal, nasional bahkan global.

“Kebakaran hutan identik dengan pencemaran udara, dan jika itu terjadi akan menjadi sorotan dari semua negara,” tandasnya.

Menurutnya, pelatihan kompetensi dan penyegaran sangat penting bagi personil Polhut KPH Kedu Selatan agar lebih hafal dan paham tentang apa gangguan keamanan hutan, di bawah bimbingan Polres juga mencoba meranah lebih lanjut apa itu gangguan sosial. Sebab kawasan hutan tidak dipagar, terbuka bebas dan luas siapa saja bisa mengakses hutan.

Bagaimana pendekatan sosial yang perlu dikedepankan, sebab sesuai dengan ketentuan pemerintah melalui Kementerian LHK, upaya pencegahan tetap harus mengedepankan sikap humanis buka serta merta diselesaikan secara hukum. Karena yang dihadapi sebagian besar adalah masyarakat bawah yang tinggal di sekitar hutan. Harus berhati-hati dalam penanganan kasus gangguan keamanan hutan ini.

“Sekali lagi terima kasih kepada Polres Purworejo yang telah lama bekerja sama saling membantu, mudah-mudahan kerjasama bisa ditingkatkan di masa datang, dan tetap minta arahan dan bimbingannya,” ujarnya.

Selama sehari, puluhan personel Polhut menjalani pelatihan dengan berbagai materi. Beberapa di antaranya yakni Penanganan dan Kebijakan Perlindungan Sumber Daya Hutan, Penanggulangan Gangguan Keamanan Hutan, serta teknik dan prosedur penggeledahan dan pengamanan barang bukti. Peserta juga menjalani uji kompetensi serta praktik kesamaptaan. (top)