Kejari Segera Tetapkan Nama-nama Tersangka Kasus Propendakin

Kantor Kejari Purworejo
KETERANGAN. Kasil Intel Kejari Purworejo memberikan keterangan terkait perkembangan kasus dugaan penyimpangan Propendakin Tahun 2018 saat dikonfirmasi di kantornya,

MAGELANGEKSPRES.PURWOREJO – Kasus dugaan penyimpangan Program Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Miskin (Propendakin) Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2018 masih terus ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo setelah sekian lama bergulir. Kejari telah menemukan pelanggaran pidana dan bersiap untuk menetapkan nama tersangkanya yang diduga lebih dari 1 orang.

“Hampir 90 persen progess kasus Propendakin. Calon tersangka banyak (lebih dari 1 orang), ada kerugian perekonomian negara (dalam kasus ini),”  kata Kasi Intelejen Kejari Purworejo, M Arief Yunandi, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di kantornya, Selasa (6/4).

Selain pelanggaran pidana, sambungnya, Kejari juga menemukan dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh oknum tertentu yang menyimpangkan dana Propendakin tersebut. Untuk langkah-langkah yang dilakukan Kejari saat ini adalah memerisa saksi ahli terkait Propendakin tersebut.

“Kejaksaan lagi memeriksa saksi ahli dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka. Dua-tiga ahli sedang mempelajari draf,” sebutnya.

Seperti diketahui, Program Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Miskin (Propendakin) adalah program peningkatan pendapatan masyarakat miskin yang dikelola Tim Penanggulangan Kemiskinan Desa yang bersumber dari APBD Kabupaten Purworejo. Setiap desa memperoleh dana Propendakin sebesar Rp25 juta yang disalurkan antara bulan November dan Desember 2018. Total bantuan keuangan khusus propendakin yang disalurkan selama tahun 2018 mencapai Rp11.600.000.000.

Menurut Arief, kasus Propendakin di Purworejo tergolong langka dan unik. Karena itu,  ada banyak kesulitan yang dialami Kejari sehingga memakan waktu yang lumayan cukup panjang.

“Kesulitan penentuan tindak pidananya dan ranahnya mau kemana. Ini termasuk langka dan unik,” terangnya. (top)