Potensi Nikotin Cair, Produk Tembakau Selain Rokok

JEMUR. Salah satu petani sedang menjemur tembakau saat panen raya tahun 2020 lalu. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia memiliki peran cukup besar terhadap penerimaan negara melalui pajak dan cukai. Peran tembakau dalam perekonomian nasional dideskripsikan melalui kontribusinya terhadap PDB.

Petani tembakau memiliki peranan penting dalam hulu sebuah IHT. Tentunya, sejumlah hal kendala pasti dihadapi para petani tembakau dalam menjalani proses menghasilkan tembakau berkualitas.

Pengamat Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Prima Gandhi, mengatakan, sosialisasi produk tembakau selain rokok harus dioptimalkan oleh pemerintah. Menurutnya, saat ini masih sedikit petani tembakau yang mengetahui soal produk tembakau selain rokok.

“Padahal potensi produk tembakau selain rokok ini sangat besar. Bisa tingkatkan kesejahteraan petani tembakau. Akan tetapi petani tembakau kita belum banyak yang tau, seperti apa regulasi dan sebagainya. Sehingga ini harus disosialisasikan,” ujarnya saat di Temanggung, kemarin .

Ia menjelaskan, salah satu produk tembakau selain rokok yang memiliki potensi besar adalah nikotin cair. Menurut datanya, permintaan nikotin cair yang dikonsumsi untuk rokok elektrik seperti Vape saja bisa mencapai ratusan ribu liter pertahunnya.

“Menurut data, di tahun 2018 ada sebanyak 168,8 ribu liter ekstrak tembakau yang dikonsumsi. 2019 jadi 722, 6 ribu liter, kemudian di 2020 jadi 947 ribu liter. Artinya setiap tahun ada peningkatan konsumsi ekstrak tembakau,” urainya.

Pihaknya berharap regulasi yang jelas terkait itu. Dan hasil akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.

Forcaster Klimatologi Semarang Zauzik Nana menyampaikan materi terkait “Pengaruh Anomali Iklim 2021 pada Komoditas Pertanian”.

Ia menerangkan, dengan adanya informasi anomali iklim pada komoditas pertanian, diharapkan bisa memberikan informasi yang membantu petani khususnya di Temanggung dalam menentukan langkah awal musim tanam tembakau.

Artikel Menarik Lainnya :  Bupati Temanggung: Semua Komponen Masyarakat Harus Terlibat Pecegahan Covid-19

“Kita tahu, tembakau itu kan tanaman yang sangat tergantung dengan air. Sehingga dengan apa-apa yang kita sampaikan bisa memberikan informasi terkait cuaca dan iklim bagi petani. Sehingga mampu merencanakan masa tanam untuk hasil pertanian yang berkualitas,” katanya.

Baca Juga
SMPN 1 Magelang Siap Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Terkait musim kemarau di Jawa Tengah sendiri, diprediksinya akan mengalami kemunduran hingga pertengahan April mendatang.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mundurnya musim kemarau. Seperti, La Nina lemah yang masih terjadi dan masih hangatnya permukaan air laut. Sehingga potensi hujan masih ada,” katanya.

Ketua DPC APTI Temanggung, Siyamin mengatakan, tembakau merupakan komoditi pertanian sudah sangat melekat bagi Petani Temanggung. Ke depan petani mampu mendapatkan informasi melakukan planning yang tepat untuk mulai tanam tembakau, untuk memaksimalkan kualitas tembakau.

Budaya menanam tembakau, lanjutnya, sangat mungkin untuk disinkronisasikan dengan kemajuan zaman saat ini. Seperti tembakau dijadikan bahan dasar produk tembakau selain rokok.

“Nah karena produk tembakau selain rokok ini sudah banyak digunakan, contohnya nikotin cair. Harapannya petani tembakau Temanggung bisa tahu dan memproduksi sendiri produk tembakau selain rokok. Karena memang sebagian besar petani tembakau Tanggung belum mengetahui itu. Sehingga setelah tau kita berharap bisa berproduksi dan endingnya untuk kesejahteraan petani itu sendiri,” ungkapnya. (set)