Tiga Sekolah Uji Coba PTM

Siswa SMKN I Purworejo saat melaksanakan kegiatan praktik sekaligus mensimulasikan kesiapan kegiatan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM)
PRAKTIK. Siswa SMKN I Purworejo saat melaksanakan kegiatan praktik sekaligus mensimulasikan kesiapan kegiatan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Tiga sekolah di Kabupaten Purworejo ditunjuk oleh Pemprov Jateng untuk  menyelenggarakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Ketiga sekolah yang ditunjuk tersebut antara lain SMK N 1 Purworejo, MAN Purworejo dan SMA N 1 Purworejo.

Indriati Agung Rahayu, Kepala SMKN 1 Purworejo saat dimintai konfirmasi awak media, Selasa (30/3) membenarkan informasi tersebut. Dijelaskannya, uji coba PTM tersebut rencananya akan dilaksanakan selama dua minggu yakni 5-16 April mendatang.

Dikatakannya, saat ini SMKN 1 Purworejo mempersiapkan diri menghadapi uji coba tersebut agar tidak kesulitan. Sekolah itu meraih Juara 1 Lomba Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020.

“Sekolah kami mempersiapkan PTM sudah lama. Kami telah melakukan, menyusun tim sekolah, rapat koordinasi dan kesiapan sarana prasarana,” ungkapnya.

Indri menambahkan, pihaknya juga menyusun standar operasional dan prosedur (SOP) sekitar 23 poin sekaligus mensimulasikan, kemudian menyusun kurikulum dan jadwal dilanjutkan koordinasi dengan instansi terkait.

Baca Juga
Harga Daging Ayam Belum Naik

“Kami rapat presentasi dengan Forkompimcam Banyuurip dan Puskesmas Banyuurip. Kami juga koordinasi dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Purworejo,” jelasnya.

Indri mengatakan pendampingan dari Puskesmas Banyuurip dikuatkan dengan kerja sama (MoU). Apabila yang sakit, sekolah menghubungi Puskesmas. Pihaknya juga konsultasi dengan Kapolres Purworejo serta Dandim 0708 Purworejo.

“Saya juga konsultasi ke Bupati Purworejo dan mendapatkan arahan untuk mematuhi prokes dan ada pendampingan dari Kepala BPBD,” jelasnya.

Berdasarkan SOP prokes, kedatangan siswa harus cuci tangan pakai sabun pakai alat kran model injak. Jadi, tangan tidak menyentuh apa-apa. Di depan sudah ada petugas Satgas Covid-19 berjaga.

“Petugas akan mengecek suhu siswa ataupun guru, jika ada suhu di atas 37 derajat mendapat tanda merah dan harus masuk ruang isolasi,” ucapnya. Kalau suhu normal diberi tanda hijau.

Artikel Menarik Lainnya :  Kasus Covid-19 di Purworejo Naik, Masih Ada Pelangggaran Prokes

Dia menambahkan dalam uji coba tersebut siswa masuk kelas praktik, seperti di bengkel. “Kami mematuhi prokes, di tengah anak-anak praktik kami akan cek suhu lagi. Kalau ada yang di atas 37 derajat kami beri tanda merah dan langsung masuk ke ruang isolasi. SOP saat pulang sama dengan saat siswa datang,” paparnya.

SMKN 1 Purworejo memiliki siswa 1.200 orang. Jumlah siswa yang mengikuti uji coba PTM sekitar 100 siswa. Kelas praktik di bengkel dibatasi 6 sampai 10 siswa per kelas. Begitu pula dengan guru, SOP-nya sama. Ada kartu suhu untuk guru.

Persyaratan siswa yang masuk PTM adalah sehat, naik kendaraan sendiri, kalaupun naik angkutan umum harus trans Jateng, karena berstandar prokes. “Kami juga mengecek siswa tinggal bersama siapa, bagi yang di pondok kami belum izinkan ikuti simulasi,” kata dia. (luk)