Ratusan Pelaku Transportasi Disuntik Vaksin

Para pelaku jasa transportasi di Kota Magelang mendapatkan suntik vaksin Covid-19 tahap pertama di Terminal Tipe C Magersari
VAKSIN. Para pelaku jasa transportasi di Kota Magelang mendapatkan suntik vaksin Covid-19 tahap pertama di Terminal Tipe C Magersari, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Pelaku jasa transportasi di Kota Magelang ditetapkan sebagai prioritas vaksinasi Covid-19. Sebab, mereka punya mobilitas yang tinggi.

Oleh karena itu, sebanyak 500 pelaku jasa transportasi di Kota Magelang menjalani vaksinasi secara bertahap di Terminal Tipe C Magersari, Magelang Selatan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Ady mengatakan, pelaku jasa transportasi terdiri dari beberapa pihak yang menjalani aktivitas di jalan raya. Mereka yang telah terdata, menunggu giliran untuk disuntik vaksin.

”Kami data ada sekitar 500 pelaku jasa transportasi yang siap mendapatkan vaksin. Mereka tidak hanya sopir angkot, tapi ada tukang parkir, kernet, dan lain sebagainya,” kata Chandra, Selasa (30/3).

Menurutnya, alasan pelaku transportasi dijadikan sebagai salah satu sasaran vaksinasi Covid-19, karena sehari-hari mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat.

”Dengan adanya vaksinasi kepada para pelaku jasa transportasi ini, masyarakat tidak ragu lagi menggunakan angkutan umum di Kota Magelang,” terangnya.

Meski telah divaksin, ia berpesan kepada para sopir angkot dan lainnya untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Sebab, kinerja vaksin tidak mematikan virus, melainkan hanya membentuk kekebalan tubuh saja.

”Vaksin ini kan mencegah penyebaran. Tidak menghilangkan. Jadi saya harap masyarakat, terutama pelaku transportasi yang divaksin tetap mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 5M,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Pengujian Angkutan dan Terminal Dishub Kota Magelang Petrus Chanel sudah mengantongi 400-an nama pelaku jasa transportasi umum. Namun baru sebagian yang mendapat jatah vaksin.

Baca Juga
Pemkot Bakal Bentuk Lembaga Penanganan Sampah

”Baru 200-an sopir yang ikut vaksin pertama. Sisanya secara bertahap,” imbuhnya.

Sebelumnya, vaksinasi diperuntukkan bagi sopir ber-KTP Kota Magelang saja. Namun karena banyak yang tidak lolos skrining, sehingga banyak yang tersisa, kemudian dialihkan bagi sopir ber-KTP luar kota yang menjalankan aktivitas di Kota Magelang.

Artikel Menarik Lainnya :  Mengganas, Bed Pasien Covid-19 Meningkat Drastis

”Mereka juga sama-sama punya risiko besar, karena sering berinteraksi dengan penumpang yang berbeda-beda,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Yis Romadon menyebut, penyuntikan vaksin bagi sopir angkot belum mencakup kebutuhan yang seharusnya. Ini dipengaruhi oleh ketersediaan vaksin.

Setelah divaksin, para sopir tidak boleh langsung narik. Harus menunggu 30 menit untuk melihat adanya reaksi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

”Kalau ada KIPI nanti membahayakan bagi sopir saat mengemudi,” ujarnya.

Sejauh ini KIPI di Kota Magelang dilaporkan hanya gejala ringan saja seperti mual, gatal-gatal mirip alergi, lapar. Ada pula yang merasakan efek ngantuk. Ia pun mengimbau, jika di kemudian hari terjadi KIPI segera melapor ke petugas kesehatan.

”Selanjutnya, pemberian dosis kedua akan dilaksanakan setelah 28 hari. Masih sama jatahnya. Tiap orang disuntik vaksin Sinovac 0,5 ml. Satu vial vaksin dosisnya untuk 10 orang,” jelasnya. (wid)

#satgascovid19 #ingatpesanibu#pakaimasker #jagajarak#jagajarakhindarikerumunan#cucitangan#cucitanganpakaisabun