Sudah 7 ODCB Stanagede Hilang, Disparbud Ambil Langkah Pengamanan

Tim Ahli Cagar Budaya Disparbud Wonosobo menunjukkan sejumlah ODCB asal makam stanagede yang disimpan di Kantor Disparbud.
ODCB. Tim Ahli Cagar Budaya Disparbud Wonosobo menunjukkan sejumlah ODCB asal makam stanagede yang disimpan di Kantor Disparbud.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo amankan puluhan objek diduga benda cagar budaya dari makam stanagede Dusun Mojotengah Desa Mojosari Kecamatan Mojotengah. Hal tersebut menyusul 7 jenis ODCB  di lokasi pemakaman tersebut hilang.

“Total ada 52 objek yang kita amankan, 35 milik desa, masih disimpan di dinas dan ada 17 lainya telah diserahkan oleh pihak desa,” ungkap Plt Disparbud Wonosobo, Sumedi, kemarin.

Menurutnya, dari hasil kajian tenis yang dilakukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) meyimpulkna bahwa ODCB di komplek maka stanagede atau makam maospati mempunyai nilai penting atau bersejarah.

“Dari hasil monitoring dan evaluasi TACB, dan Disparbud. Kemudian dilakukan koordinasi dengan pemerintah Desa Mojosari serta juru kunci makam stanagede, perlu dilakukan tindakan penyelamatan,” katanya.

Pasalnya sudah ada beberapa ODCB yang hilang, yaitu 6 lingga dan 1 kemuncak. Situasi di lapangan juga rawan terjadi lagi hilangnya benda-benda ODCB tersebut, mengingat akses menuju makam sangat mudah, tidak jauh dari jalan raya serta tidak ada yang sanggup menjaga keamanan di area makam tersebut selama 24 jam.

“Dengan alasan kuat tersebut maka kami melakukan upaya pengamanan, bukan pengambilan paksa, semuanya sekarang masih ada di disparbud, bukti berita acara penyerahan dan datanya juga ada,” tandasnya.

Baca Juga
Heboh, Kilang Minyak di Indramayu Terbakar

Pertimbangan non teknis lainnya bagi Disparbud terkait alasan pengambilan benda tersebut lantaran, makam stanagede berada di tanah milik Desa Mojosari dan proses pengambilan untuk pengamanan barang tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak termasuk pemerintah desa,ahli waris  dan juga juru kunci makam.

“Menjadi pertimbangan penting lainnya. Ini untuk mendorong museum kabupaten dan musium desa, agar bisa dijadikan sebagai pelestarian cagar budaya. Anak cucu nanti tidak kehilangan nilai, sejarah dan nilai luhur,” terangnya.

Artikel Menarik Lainnya :  DLH Wonosobo Dalami Kasus Pembuangan Sampah ke Sungai

Sementara itu Kades Mojosari, Muhammad Maprah  mengemukakan, soal keamanan objek yang diduga benda cagar budaya di makam stanagede atau maospati tersebut memang menjadi pembicaraan cukup lama warga desa.  Sehingga ketika ada upaya pengamanan benda tersebut oleh disparbud, desa memang sangat mendukung.a

“Kita cukup khawatir, beberapa benda sudah ada yang hilang, maka harus ada upaya pengamanan,” ucapnya.

Komplek makam stanagede mojotengah bersebelahan dengan makam umum dusun setempat. Total ada 70 makam kuno di area tersebut, namun baru ada 9 makam yang teridentifikasi memiliki ahli warisnya.

“Kita sebagai warga Desa Mojosari, sangat berharap, sejarah makam tersebut bisa terkuak, sehingga bisa menjadi kebanggan anak cucu nanti,” pungkasnya. (gus)