Penyebaran Wisatawan di Sekitar Candi Borobudur Jadi Prioritas

kunjungan Komisi X DPR RI ke Candi Borobudur, Jumat (17/3/2021)
kunjungan Komisi X DPR RI ke Candi Borobudur, Jumat (17/3/2021).

MAGELANGEKSPRES.COM,BOROBUDUR – Penyebaran wisatawan ke destinasi sekitar Candi Borobudur menjadi prioritas pengembangan dan pembenahan pariwisata di kawasan candi yang ada di Borobudur, Kabupaten Magelang tersebut.

Hal itu menjadi sorotan dalam kunjungan Komisi X DPR RI ke Candi Borobudur, Jumat (17/3/2021). Kunjungan itu dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih.

Politisi PKS itu mengungkapkan parwisata dan ekonomi kreatif tersungkur karena pandemi Covid-19. Ada event-event yang mestinya dilewati, seperti Natal dan Tahun Baru 2020.

“Komisi X sudah datang ke detinasi prioritas, jangankan yang tidak prioritas, yang super prioritas pun belum bangkit,” katanya.

Dirinya mengungkapkan saat ini sedang dilakukan pembenahan daya tarik wisata agar saat pariwisata bangkit lagi. Salah satu yang dipertimbangkan adalah volume wisatawan di Candi Borobudur yang kapasitasnya hanya 128 orang tetapi faktanya kadang sampai ribuan orang dalam waktu bersamaan. Karenanya, wisatawan perlu didistribusikan ke tempat lain agar tidak membebani atau menghancurkan Candi Borobudur.

“Selanjutnya, bagaimana pemulihan ekonomi masyarakat, agar Candi Borobudur tidak hanya menjadi kebanggaan, tapi bagaimana mensejahterakan. Dulu Kecamatan Borobudur di Kabupaten Magelang masuk kecamatan yang tingkat kemisinannya tergolong tinggi, kita ingin ada destinasi super prioritas maka Borobudur menjadi rahmat yang meningkatkan kesejahteraan,” tambah Abdul Fikri Faqih.

Bupati Magelang Zaenal Arifin dalam sambutan yang dibacakan Sekda Adi Waryanto mengatakan pengembangan destinasi pariwisata super prioritas, dirasakan nantinya berdampak positif terhadap perkembangan industri  pariwisata di Kabupaten Magelang

“Karena akan tersedia infrastruktur antara lain jalan yang mempermudah akses para wisatawan dalam mengunjungi destinasi pariwisata super prioritas Borobudur dan destinasi pariwisata yang lain di Kabupaten Magelang,” katanya.

Oleh karena itu Pemkab berharap agar pembangunan kawasan strategis Borobudur yang saat ini sedang dilaksanakan pemerintah nanti bsa mendukung pertumbuhan potensi wisata di Magelang seperti Nepal van Java, Gardu Pandang Ketep Pass, Silancur Highland, Air Terjun Sekarlangit, wisata alam Gunung Telomoyo dan Gunung Andong, pemandian air hangat Candi Umbul dan lainnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kabupaten Magelang Siaga Penambahan Kasus Covid-19

Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi mengatakan masyarakat harus dilibatkan dalam penataan kawasan Borobudur. Salah satu hal yang perlu didorong adalah Borobudur bukan lagi menjadi destinasi tapi jadi magnet.

Baca Juga
KSPN Borobudur Berpengaruh Positif terhadap Kunjungan Wisata

“Maka perlu mengundang kreativitas destinasi sekitar yang akan memperpanjang masa tinggal dan spend of money wisatawan. Sehingga beban konstruktif jadi bisa dikendalikan,” jelasnya.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita menambahkan pihaknya bertugas menyiapkan integrated tourism masterplan di wilayah di DIY dan Jateng. Kuncinya adalah dekonsentrasi wisatawan. Salah satu melalui pembangunan gerbang besar masuk Candi Borobudur agar menyebarkan wisatawan di titik-titik tersebut.

“Pemerintah sudah membuat dua infrastruktur besar di Jateng DIY yaitu YIA dan tol. Keduanya menyebabkan kunjungan wisatawan yang luar biasa. Di YIA di atas 20 juta penumpang satu tahunnya yang akan masuk ke DIY Jateng, masa pandemi separuhnya. Jalan tol kapasitas 24 juta per tahun, kalau pandemi 50%, kalau untuk pariwisata, ini problem besar yang harus diatasi sebaik-baiknya,” jelas Indah.

BOB mengoordinasikan agar dua juta orang yang hadir setiap bulan ini akan terserap ke mana saja. Melalui aksesilitas, atraksi dan amenitas, BOB kerja keras membuatkan travel pattern yang jelas jadi tamu yang datang nanti pattren-nya sudah jelas.

Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono mengatakan apa yang sudah direncanakan pada 2016 sudah bisa dilihat hasilnya, yaitu pertumbuhan ekonomi di kawasan Borobduur. UMKM menjadi tahap pertama.

“Pembangunan 20 balkondes, hasilnya kita melihat ekonomi menggeliat tidak hanya di kawasan candi tapi muncul bisnis-bisnis baru yang melibatkan masyarakat secara umum. Sayangnya ada pandemi, tahun 2019 paling tinggi pencapaiannya dengan jumlah kunjungan 4 juta orang dan pemerataan ekonomi sudah mulai tumbuh,” katanya.(cha)

Artikel Menarik Lainnya :  Tak Kapok, Residivis di Magelang Kembali Rampas HP dan Uang