Dinilai Kondusif, Bilik Pengungsian Merapi Mulai Dibongkar

Bilik Pengungsian merapi dibongkar
BONGKAR BILIK. Relawan laksanakan pembongkaran bilik pengungsi disekolah yang sempat dijadikan tempat pengungsian tambahan.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Dikarenakan kondisi Gunung Merapi dinilai cukup relatif aman, ditambah warga pengungsi sudah dipulangkan ke desa masing-masing, maka Relawan melakukan pembongkaran bilik pengungsi yang terpasang disekolah. Dimana sebelumnya beberapa sekolah di Kabupaten Magelang dipersiapkan sebagai tempat pengungsian tambahan.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto mengatakan, pembongkaran bilik pengungsi dilakukan secara bertahap.

“Karena pengungsi sudah kembali ke desa masing-masing, maka bilik pengungsian khususnya yang ada disekolah secara bertahap kita bongkar. Semoga aktivitas Gunung Merapi tidak meningkat lagi,” ucap Edi, Sabtu (27/3/2021).

Edi menambahkan, pembongkaran bilik pengungsi disekolah tersebut juga untuk persiapan bila dilakukan tatap muka kembali siswa belajar disekolah.

“Untuk sekolah yang dijadikan tempat pengungsian tambahan sekitar 26 lokasi, mulai dari sekolah SD, SMP, SMA/SMK dan MI. Bilamana kegiatan belajar tatap muka dilaksanakan kembali disekolah maka ruang kelas sudah siap,” terang Edi.

Salah satu Relawan Kecamatan Mertoyudan yang melakukan pembongkaran bilik pengungsi, Kelik, mengatakan, pada Sabtu (27/3/2021) bersama relawan lainnya melakukan pembongkaran bilik pengungsi di sekolah STM Ma’arif Kota Mungkid serta SMPN 1 Kota Mungkid.

“Kita bongkar triplek bilik pengungsi, dan usai dibongkar triplek masih kita titipkan disekolah. Sebelumnya kita juga bongkar bilik pengungsi di SD Sekaran Desa Banyurojo Mertoyudan,” terang Kelik. (cha)