Tegel Bikinan Winarno Kian Digandrungi, Pejabat Negara Pun Pesan

Tegel Bikinan Winarno Kian Digandrungi, Pejabat Negara Pun Pesan
TEGEL MOTIF. Winarno menunjukan varian tegel motif karyanya, yang mampu membuat interior eksterior rumah dan bangunan menjadi beraura klasik.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Bergulirnya tren mode hunian membuat rumah dengan tema lawasan kian diminati sebagai salah satu wujud nostalgia kenangan masa lalu. Hal tersebut dibuktikan dengan maraknya desain rumah berbentuk Joglo Jawa atau desain rumah era kolonial Belanda.

Salah satu material untuk menghadirkan nuansa zaman dahulu pada hunian adalah lantai tegel motif. Yang mana lantai tegel kembali menjadi primadona untuk eksterior dan interior rumah. Lantai menjadi lebih eksotik dan membuat hunian lebih adem.

Jika ditarik mundur 2 sampai 3 dekade lalu, lantai tegel menjadi pilihan utama untuk mempercantik lantai rumah. Namun kehadiran lantai keramik yang lebih berkilau sempat menggeser popularitas lantai tegel. Hingga banyak pabrik lantai tegel tutup produksi.

“Banyak yang tanya tempat yang menyediakan lantai tegel, karena kesulitan mencari lantai tegel. Hal itu yang menjadi latar belakang saya tujuh tahun lalu, berani melangkah memproduksi lantai tegel. Baik itu lantai tegel polos maupun lantai tegel motif,” ucap Konsultan Interior Rumah, Winarno, pemilik Win Art Solution.

Winarno asli Ngampel, Sengi, Dukun, Magelang, Jawa Tengah saat ini berdomisili di Perum Pesona Kayangan Babadan ( PKB ) Blok D 62 -63, Jalan Magelang Km 22 Babadan, Jumoyo, Salam. Ia pernah bekerja di retail building material. Kini banyak permintaan tegel motif dan tegel jenis lainnya.

“Tegel motif yang sedang naik daun, karena mampu meningkatkan pamor ruangan. Tidak harus rumah bertema klasik, jadul atau rumah era kolonial. Tetapi rumah dengan tema modern minimalis pun cocok menerapkan lantai tegel motif. Yang jelas tampil beda dan elegan,” papar Winarno.

Menurut Winarno, tegel motif produksinya, dibuat secara manual dan handmade. Hal itu yang membuat tegel motif harganya lebih tinggi dibanding produk pabrikan seperti keramik lantai atau granit.

Artikel Menarik Lainnya :  Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Magelang Melonjak Tajam

“Tegel diproduksi satu persatu karena handmade. Meskipun harganya permeter persegi lebih mahal daripada keramik lantai, namun produk saya lebih murah jika dibanding produk tegel motif lain. Ini karena saya produksi sendiri,” papar Winarno, yang mempunyai workshop tempat produksi tegel di Ponggol Muntilan Kabupaten Magelang.

Tegel motif produksi Winarno mempunyai corak yang beragam. Mulai dari corak seperti batik. Ada pula yang polos, ada tegel khusus kamar mandi (tegel badak) dan ada tegel khusus difabel.

“Untuk tegel motif dan polos banyak dipesan hotel, kantor, tempat wisata. Ada pula pabrik gula di Kendal Jawa Tengah yang menyesuaikan tegelnya dengan tegel motif era kolonial, karena memang bangunan Belanda. Adapun tegel untuk difabel, banyak yang dipesan oleh Dinas Tata Kota untuk keperluan lantai trotoar. Selain itu motof tegel bisa di custom warna sesuai selera konsumen,” papar Winarno yang produknya telah menjangkau hingga Bekasi, Tuban, Malang, Manado dan daerah lainnya.

Tak hanya itu, baru-baru ini tegel motif produksi Winarno juga dikirim ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Para pejabat negara diantaranya Gatot Nurmantyo, Prabowo Subiyanto, serta bangunan Industri Gula Nusantara Cepiring Kendal, PT Jogja Eko Wisata, Galeri PT Mustika Ratu Cianjur dan lain-lain.

“Melalui mantan Wakil Presiden RI Tri Sutrino, pesan untuk membangun TMII 500 meter persegi tegel motif. Untuk pesanan dari Industri Gula Nusantara Cepiring Kendal pesan 800-an meter persegi. Adapun untuk Pak Gatot Nurmantyo, Prabowo Subiyanto pesan tegel motif untuk Joglo pribadi. Serta beberapa sekolah salah satunya adalah SMA N 1 Ponggol. Termasuk Dekan Fisipol UGM juga pesan tegel motif kami,” papar Winarno.

Winarno juga siap menerima konsultasi terkait konsep rumah lawasan, vintage atau jadul, termasuk menerima konsultasi kepada pengusaha minenial yang ingin membuka kafe, rumah makan atau tempat wisata yang mengusung tema lawasan.

Artikel Menarik Lainnya :  Omah Latareombo Santuni Puluhan Anak Yatim di Pakis

“Saat ini banyak kafe, rumah makan dan sejenisnya yang berkonsep jadul. Namun, sayang masih menggunakan lantai keramik, maka aura lawasannya akan berkurang, hal itu sangat disayangkan. Kemungkinan bisa jadi karena pengusaha milenial kurang memahami desain lantai jadul, maka saya siap menerima konsultasi bagi siapa saja yang ingin membuka tempat bisnis dengan desain vintage lawasan,” ungkap Winarno dengan akun Instagram win_artsolution dan nomor WA 085602339782. (adv)