Pemkot Magelang Optimis Raih APE ke-11 Tahun ini

Walikota Magelang, dr Nur Aziz didampingi Wakilnya, KH Mansyur (kanan), dan Plt Kepala Bappeda Handini Rahayu (kiri) saat mempresentasikan kesetaraan gender di hadapan tim penilai APE KPPPA RI
PRESENTASI. Walikota Magelang, dr Nur Aziz didampingi Wakilnya, KH Mansyur (kanan), dan Plt Kepala Bappeda Handini Rahayu (kiri) saat mempresentasikan kesetaraan gender di hadapan tim penilai APE KPPPA RI.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kembali dilombakan tahun ini. Kota Magelang menjadi salah satu daerah yang turut serta dalam ajang penghargaan kesetaraan gender tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Handini Rahayu mengatakan, kota ini selalu menjadi langganan APE sejak satu dekade lalu. Perlombaan tersebut, tahun ini baru memasuki tahap verifikasi.

“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI, melakukan verifikasi lapangan di Kota Magelang sebagai bagian dari proses atau seleksi penghargaan APE. Kali ini verifikasi dilakukan secara daring atau virtual,” kata Handini, di Aula Bappeda, Kamis (25/3).

Setiap Operasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Magelang pun masing-masing memaparkan program kerja yang berhubungan dengan keterlibatan perempuan. Presentasi disaksikan Tim Verifikator Lapangan KPPA yang dipimpin oleh Hartomo Heroe. Turut hadir pula, Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz dan Wakil Walikota Magelang KH Mansyur.

Baca Juga
500 Tenaga Pendidik di Temanggung Ikuti Vaksinasi Pertama

Handini menambahkan, Kota Magelang sudah 10 kali menerima APE. Sedangkan verifikasi kali ini adalah seleksi yang ke-11 yang sudah dilakukan Pemkot Magelang.

“Harapannya Kota Magelang bisa kembali mendapat penghargaan itu. Untuk diketahui, pada tahun 2018 lalu, Kota Magelang berhasil meraih kategori utama, yang artinya tertinggi,” ujarnya.

Hasil verifikasi lapangan, lanjutnya, menjadi penentu kelulusan Kota Magelang pada tahap berikutnya. Menurut Handini, secara umum pembangunan di Kota Magelang sudah melibatkan pengarusutamaan gender (PUG).

“Gender tidak sekadar tentang perempuan dan laki-laki, akan tetapi juga anak, lansia, disabilitas hingga orang terlantar. PUG sudah menjadi perhatian kita sejak 2012, mulai dari Peraturan Daerah (Perda), lalu diturunkan ke teknis, dan aturan-aturan lainnya yang mendukung kesetaraan gender di Kota Magelang,” imbuh Dini.

Pada tahapan verifikasi, OPD memaparkan program kerja yang melibatkan gender sehingga menunjukkan bahwa PUG benar-benar dapat direncanakan di semua lini dan sektor. Harapannya akses dan hasil pembangunan bisa dinikmati merata semua unsur.

Sementara itu, Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menyatakan adanya penghargaan APE, memicu pemerintah daerah untuk memprioritaskan gender dalam menjalankan program maupun kebijakan.

“Kita harapkan kesetaraan gender bisa terwujud. Apa yang mereka harapkan bisa terpenuhi. Kota Magelang sudah luar biasa, sekarang sudah lebih detail mengerjakan program-program yang melibatkan gender,” katanya. (wid)