451 Warga dari Tiga Desa di Kepil Terima Uang Ganti Rugi Pembangunan Waduk Bener

Pembangunan Waduk Bener
PENGADAAN. c

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Sebanyak 451 warga dari tiga desa di Kecamatan Kepil, menerima uang ganti rugi dari proyek pembangunan Waduk Bener. Total lahan yang digunakan untuk pembangunan waduk seluas 714 bidang tanah.

“Pembangunan Bendungan Bener yang berada di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Purworejo kedepan bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Terutama bagi yang terdampak,” ungkap Wabup Wonosobo Muhammad Albar, kemarin saat menyaksikan acara Pelepasan Hak dan Pemberian UGR Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum Bagi Pembangunan Bendungan Bener di halaman Kantor Kecamatan Kepil.

Penerimaan uang ganti kerugian (UGR), dimulai Kamis (25/3). UGR diberikan kepada warga Desa Bener sebanyak 207 bidang tanah dengan penerima 136 orang. Jumat Gadingrejo 193 bidang tanah, penerima 98 orang. Sementara untuk hari Senin untuk Desa Burat 314 bidang tanah dengan penerima 217 orang.

“Masyarakat yang terdampak pembangunan bendungan Bener ini mampu memanfaatkan dengan baik pemberian UGR tersebut, agar bisa digunakan sebaik-baiknya dan dipergunakan semestinya,” pinta Albar.

Menurutnya, ini sebuah kesempatan untuk perbaikan diri, sehingga uang yang diterima diharapkan bisa digunakan dengan sebaik-baiknya, tidak untuk konsumtif, tapi harus efektif dikelola sebaik-baiknya sampai ke anak cucu, agar bisa berdaya.

“Manfaatkan momen hari ini untuk masa depan, dalam rangka memakmurkan diri dan keluarganya. Jangan sampai hal ini menjadi beban keluarga kedepan dikemudian hari,” harapnya.

Dengan adanya Bendungan Bener, banyak yang bisa dan harus dilakukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Asalkan ditata dan dikemas sedemikian rupa, baik secara ekonomi maupun lain sebagainya, dengan melakukan kolaborasi bersama yang melibatkan masyarakat setempat, sesuai aturan yang ada. Salah satunya untuk mengolah menjadi tempat wisata yang baik dan menarik.

Artikel Menarik Lainnya :  Lonjakan Covid-19 di Wonosobo Capai 1600 Kasus

Baca Juga
Sembilan Atlet Difabel Ikuti Selekda NPC Indonesia

“Banyak hal yang harus dilakukan dari pembangunan ini, saya harap bisa menggunakan kesempatan ini, ditata sebagaimana mestinya bekerja sama dengan masyarakat , dengan aturan tertentu. Untuk menata dan sebagainya salah satunya untuk menjadikan ini sebagai kawasan wisata yang baik dan menarik,” katanya.

Sementara itu menurut Komarudin, Ketua paguyuban Bogowonto, yang anggotanya kurang lebih sebanyak 500 KK yang merupakan masyarakat terdampak di 3 desa yang termasuk di wilayah Kabupaten Wonosobo, menyampaikan bahwasanya mereka mendukung atas pembangunan bendungan ini. Dalam arti tidak ada penolakan dan gejolak sama sekali.

“Kita hanya mewadahi masyarakat Wonosobo yang terdampak sebagai perwakilan dalam rangka menyampaikan aspirasi, dan kami tidak menolak. Namun, paguyuban ini dibuat agar program ini berjalan sesuai undang-undang dan sesuai harapan masyarakat. Maka sampai saat ini tidak ada gejolak sama sekali, karena sudah tertampung melalui paguyuban ini,” ungkapnya.

Mereka bertekad paguyuban ini akan terus berlanjut. Sehingga berharap nanti ada kerjasama yang melibatkan masyarakat setempat sesuai aturan dan regulasi yang ada demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (gus)