Upgrade Jalur Lambat dan Trotoar

Para pekerja program Kawasan Setrategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, terlihat melakukan finishing trotoar dan jalur lambat di ruas jalan Blondo - Mendut.
JALUR LAMBAT. Para pekerja program Kawasan Setrategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, terlihat melakukan finishing trotoar dan jalur lambat di ruas jalan Blondo - Mendut.

MAGELANGEKSPRES.COM,MUNGKID – Pembangunan Program Kawasan Setrategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur juga merambah ke peningkatan (upgrade) jalur lambat dan trotoar. Hal tersebut terlihat di jalur lambat pada ruas jalan Blondo – Mendut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga Kementerian PU Cipta Karya, Awang Nofika mengatakan, selain meningkatkan trotoar juga meningkatkan jalur lambat.

“Untuk ruas Blondo Mendut sepanjang 5,375 km. Terdapat fasilitas untuk tuna netra,pada bagian tengah trotoar. Ditambah fasilitas bangku dan tempat sampah nantinya,” terang Awang, Rabu (24/3/2021).

Menurut Awang, untuk trotroar selain diruas jalan Blondo – Mendut, trotoar juga ditingkatkan di Jalan Medangkamulan, Pramudyawardani, Badrawati, Balaputradewa di wilayah Kecamatan Borobudur.

“Hampir semua trotoar di kawasan Kecamatan Borobudur sekitar ditingkatkan agar pejalan kaki aman dan nyaman. Adapun untuk jalur lambat hanya di jalam sepanjang Blondo mengarah ke Sawitan saja yang ditingkatkan, dengan dilakukan pengaspalan, hingga nyaman untuk dilalui sepeda kayuh non mesin,” terang Awang.

Baca Juga
Buka Kembali, BLK Batasi Peserta

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Magelang Raya, Muhammad Sani Lais, mengatakan, jika nanti pembangunan sudah selesai dirinya berharap fungsi jalur lambat tetap dijaga, sebagai jalur melintas sepeda non mesin.

“Kalau itu memang buat jalur sepeda, kita selaku aktivis pesepeda tua di Kabupaten Magelang sangat berbangga mempunyai jalur sepeda yang mewah dan memadai. Dan jangan sampai berubah fungsi semacam sebagai jalur lambat motor, buat pakir mobil motor atau buat stan jualan, serta sebisa mungkin menggunakan dengan semestinya,” tutur Sani.

Sani menambahkan, sebagai saran agar tetap diberi garis putih dan gambar sepeda di setiap beberapa meter sebagai simbul sebagai jalur sepeda. Dan bagi penguna jalur sepeda semestinya tetap bisa merawat falilitas yang ada.

Artikel Menarik Lainnya :  Tol Jadi, Harapan Baru Pemerataan Wisata Magelang

“Teman-teman komunitas juga menunggu launching jalur tersebut dan berencana untuk mengadakan ngonthel bareng ketika jalur lambat tersebut sudah selesai,” imbuh Sani.(cha)