Taruna Politeknik Bumi Akpelni Gelar Pengobatan Gratis

Masyarakat Desa Morobongo Kecamatan Jumo sedang dicek kesehatannya di kantor desa setempat
CEK KESEHATAN. Masyarakat Desa Morobongo Kecamatan Jumo sedang dicek kesehatannya di kantor desa setempat,

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Pengabdian taruna Politeknik Bumi Akpelni Semarang dilakukan dengan berbagai cara, di masa pandemi Covid-19 ini pengabdian dilakukan dengan melakukan pengobatan gratis bagi warga di Desa Morobongo Kecamatan Jumo.

“Ini hanya salah satu bentuk pengabdian dari kami, taruna kami berusaha membantu masyarakat,” ujar Direktur Politeknik Bumi Akpelni Cahya Fajar Budi Hartanto, Rabu (24/3).

Ia mengatakan selain pengobatan gratis, pengabdian lainnya juga dilakukan di antaranya, pelatihan bahasa inggris, pelatihan pemberdayaan ekonomi, membantu alat pertanian dan membantu timbangan bagi pedagang.

“Di masa pandemi ini kesehatan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan, kami berikan bantuan pengobatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Baca juga
Serius Terapkan Pengarusutamaan Gender di Berbagai Bidang

Bahkan tak hanya itu, para taruna juga membagian paket kebutuhan pokok (sembako) bagi warga miskin. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi selain mengajar dan penelitian.

Diketahui, selama ini pengabdian masyarakat yang dilakukan Politeknik Bumi Akpelni terkesan hanya di daerah pesisir saja, seperti Kendal dan Pati. Padahal sekarang jika berbicara rantai pasok logistik sudah tidak hanya di pelabuhan, tetapi dari hulu ke hilir harus mulai dikerjakan.

“Maka kami memilih desa ini. Selain itu juga karena memang banyak taruna kami dari daerah Temanggung,” ungkapnya.

Ke depan, kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilakukan berkesinambungan minimal berlangsung selama 3 tahun. Terkait hal ini pihaknya sudah ada pembicaraan dengan Bappeda Temanggung.

“Jadi sakarang ini awalnya untuk melihat dulu apa kebutuhan masyarakat dan di Bappeda sudah ada pemetaan untuk desa-desa yang memerlukan pendampingan,” katanya.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Temanggung Surip Irianto menyampaikan di Bidang Penelitian dan Pengembangan salah satu tupoksinya adalah mengadakan kerja sama dengan pihak ketiga.

Artikel Menarik Lainnya :  Tenang, Dana Haji yang Sudah Disetor Aman

Selama pandemi ini memang diberlakukan beberapa aturan terhadap kerja sama, antara lain tetap menjaga protokol kesehatan, kemudian pengabdian masyarakat harus tematik, sehingga jelas apa yang diperlukan desa. Tidak hanya dilakukan satu kali sehingga bisa berkesinambungan agar benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. (set)