Pemkab Sediakan Benih Kemloko Gratis

Petani Tambakau Temanggung
RAWAT. Ruwanto salah seorang petani sedang merawat persemaian tembakau miliknya, 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Menjelang musim tanam 2021, Pemerintah Kabupaten Temanggung menyediakan 110 kilogram benih tembakau varietas kemloko gratis untuk petani. Upaya ini dilakukan untuk pemurnian tembakau asli Temanggung.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan, benih tembakau kemloko ini mulai dari kemloko 1 hingga kemloko 6. Varietas ini bisa ditanam di lahan tegalan dan sawah sesuai dengan varietas dan kondisi lahannya.

“Setiap varietas kemloko ini mempunyai keunggulan masing-masing, tergantung dari lahan petani,” katanya.

Menurutnya, ratusan benih kemloko ini cukup untuk 11.000 hektar dengan hitungan 10 gram benih untuk 1 hektar. Dengan estimasi tersebut pada musim tanam tahun ini para petani akan menanam tembakau dengan varietas kemloko.

“Varietas kemloko 1 hingga kemloko 6, paling cocok yakni menghasilkan tembakau terbaik dan yang diminati pabrik rokok. Kami bantu petani untuk mendapatkan benih terbaik,” katanya.

Joko menuturkan, setiap tahun pemkab mempunyai program pemurnian benih tembakau yang lahannya di sejumlah kecamatan. Hasilnya untuk membantu benih petani. Bantuan benih pada musim tanam tahun ini jumlahnya sama dengan tahun lalu.

Baca Juga
Taruna Politeknik Bumi Akpelni Gelar Pengobatan Gratis

Adapun luas tanam tembakau di Temanggung mencapai 13 ribu hektar yang meliputi lereng Gunung Sumbing, Sindoro dan Prahu. Maka itu, melalui bantuan benih, diharapkan 11 ribu hektar di antaranya ditanami varietas kemloko.

“Benih tembakau dapat diambil di kantornya pada jam dinas. Akan lebih baik jika diambil untuk kelompok tani,” kata dia.

Berdasar pantauan, sejumlah wilayah telah menanam tembakau terutama di wilayah lereng Gunung Prahu. Sedangkan di wilayah lereng Gunung Sumbing mayoritas sedang menyemai dan persiapan lahan.

Artikel Menarik Lainnya :  Polri Wajib Jamin Rasa Aman dan Nyaman di Tengah Pandemi

“Sudah ada yang mulai tanam, terutama di daerah dataran tinggi di utara Temanggung,” jelasnya.

Selanjutnya Joko mengimbau pada petani untuk meningkatkan mutu yang di antaranya menggunakan metode budidaya yang tepat. Penggunaan pupuk juga tidak yang mengandung klor tinggi.

“Tanaman tembakau Temanggung tidak cocok kandungan klor tinggi, ini membuat warna tidak cerah dan daun patah, oleh karena itu petani harus pandai-pandai memilih pupuk yang cocok untuk tembakau,” katanya.

Terpisah Ruwanto salah satu petani tembakau di Kecamatan Kledung menuturkan, saat ini petani lebih memilih melakukan pembenihan secara mandiri. Karena dengan cara ini petani bisa mengetahui tembakau yang akan ditanam, selain itu juga menghemat biaya tanam.

“Sudah sejak beberapa tahun terakhir ini pembenihan tembakau saya lakukan sendiri, hasilnya lebih maksimal,” tuturnya.

Ia berharap, pada musim tanam tahun ini cuaca bisa mendukung, sehingga tanaman tembakau bisa tumbuh dengan baik, sehingga akan menghasilkan kualitas tembakau yang bagus. (set)